Buat Edaran Larangan Perburuan Ikan Pari Sungai

DR H Dodi Reza Alex Noerdin. Foto: humas pemkab muba

SEKAYU, PALPOS.ID – Dinas Perikanan Kabupaten Muba mengimbau masyarakat Muba untuk tidak menangkap dan memakan ikan pari sungai, karena masuk salah satu hewan dilindungi. Pasalnya ada penangkapan ikan pari sungai raksasa yang beratnya mencapai ratusan kilogram beberapa waktu lalu yang menghebohkan.

“Menindaklanjuti penangkapan dan konsumsi ikan pari sungai yang dilakukan terhadap masyarakat kita telah berkoordinasi BKSDA Sumsel. Disana, kita mendapatkan informasi mengenai larangan penangkapan dan konsumsi ikan pari sungai,” kata Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex, melalui Kepala Dinas Perikanan, Hendra Trys Tomi, Senin (29/06/2020).

Sambung Tomi, untuk itu pihaknya telah membuat surat edaran terkait perburuan dan memakan ikan pari sungai, surat edaran tersebut berisikan larangan berburu dan memakan ikan. Selain itu, Camat kita minta bisa melakukan edukasi terhadap masyarakat.

“Tentu saja ada alasan lain mengapa ikan pari sungai tersebut tidak boleh diburu. Selain faktor langka, ikan tersebut juga berbahaya kalau ditangkap. Ekornya ini mengandung racun atau bisa. Memang selama ini sebagian besar masyarakat banyak yang mengambil ekornya ini karena ada harga tertentu yang bisa dijual. Tapi yang kita sampaikan kepada masyarakat bahwa di UU jenis ikan ini sangat jelas, bahwa ikan tersebut termasuk ikan yang dilindungi dan ada ketentuan pidananya,” paparnya.

Berdasarkan Permen LHK RI Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/ KUM.1/12/2018, Tentang perubahan kedua atas permen LHK Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUN.1/6/2018. Ada beberapa ikan pari sungai yang di lindungi.

“Adapun ikan pari sungai yang dilindungi yakni Ikan Pari Sungai Raksasa (Himantura Polylepis), Pari Sungai Pinggir Putih (Himantura Signifer), ikan Pari Kai (Urolophus Kaianus), ikan Pari Sungai Tutul (Himantura Oxyrhybcha), ikan Belida Sumatera (Chitala Hypselonotus). Jika masyarakat mendapatkan jenis ikan tersebut sebaiknya di lepaskan,” pungkasnya. (rom)