LAPORAN KHUSUS: JANGAN TERLENA, COVID-19 TERUS MENGINTAI KITA

karikatur. foto: koer/Palpos.ID

UNTUK Provinsi Sumsel sendiri, Kota Palembang adalah wilayah yang paling rentan penularan Covid-19. Kota yang paling rentan penularannya tentunya Kota Palembang. Karena Kota Palembang merupakan kota yang padat penduduknya, kota yang paling banyak aktifitasnya, kota yang didatangi orang-orang dari kabupaten kota lain.

Tentunya Palembang menjadi lebih berisiko dibanding wilayah lain di Sumsel. Karena dengan kepadatan yang tinggi, maka angka penularan tersebut akan jadi lebih berisiko.

Mengenai kondisi tingkat penularan saat ini, sejak aktifitas mulai diperbolehkan, untuk membantu mencegah penularan tersebut, dalam beraktivitas di tengah pandemi saat ini kita harus tetap mematuhi protokol kesehatan.

Yaitu dengan menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan-kerumunan, serta memakai masker. Intinya kita boleh beraktifitas, tetapi harus menjalankan protokol kesehatan, untuk mencegah penularan Covid-19.

Sementara itu, jumlah penambahan kasus positif Covid-19 di Kota Palembang terus terjadi. Jika sebelumnya bertambah 40 kasus, maka Senin (29/06/2020) bertambah 17 kasus lagi. Sehingga total sudah ada 1.348 kasus positif di Palembang.

“Untuk hari ini, jumlah penambahan kasus positif lebih rendah dari jumlah yang sembuh. Ada 65 orang yang sembuh hari ini. Ini kabar gembira, karena angka kesembuhan cukup tinggi,” ujar Plt Kadinkes Kota Palembang, dr Fauziah melalui Juru Bicara Yudhi Setiawan.

Sampai sekarang total jumlah warga yang sembuh sudah 570 orang. “Tapi untuk angkat orang tanpa gejala (OTG) juga mengalami penambahan yang tinggi. Hari ini terdata ada 80 kasus OTG, sehingga total OTG menjadi 4.001 kasus,” jelas dia.

Yudhi menambahkan, dengan makin banyaknya OTG ini artinya kewaspadaan masyarakat harus makin tinggi. “Karena kalau OTG itu kelihatannya sehat, tapi dia pembawa (carier). Kita tidak tahu jika akan terpapar. Karena itu, saya harap untuk tidak melupakan masker dan terus hidup bersih,” ungkapnya.

Diakui Yudhi, penularan yang masih tinggi di Kota Palembang ini salah satunya karena cukup tingginya OTG di Palembang. “Apalagi sekarang kita sudah mulai beraktifitas. Terkadang tanpa kita sadari akan berhadapan dengan OTG. Jika imun lemah dan kita tidak menerapkan protokol kesehatan, tentu ini menjadi awal dari penularan Covid-19,” bebernya.

Harus Taat Jalankan Prokes 

Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang meminta warga untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan. Walikota Palembang, H Harnojoyo mengatakan, pertimbangan ini dilakukan sejak status zona orange yang ditetapkan ke Kota Palembang.

Ia menyebutkan, selama pelaksanaannya, Pemerintah Kota Palembang bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 berupaya memaksimalkan upaya edukasi ke masyarakat sehingga benar-benar menjalankan protokol kesehatan selama beraktivitas.

“Sifatnya lebih humanis dan mengimbau masyarakat. Walau tanpa batas waktu, evaluasi tetap kita lakukan berkala,” katanya, Senin (29/06/2020).

Selain itu, dia menegaskan semua aturan pelaksanaan penegakkan disiplin protokol kesehatan akan mengacu kepada aturan teknis dari Pemerintah Pusat. Pemerintah Daerah akan mengikuti arahan dan menyesuaikan aturan dengan kondisi di daerah.

Termasuk sekolah, moda transportasi, rumah ibadah dan lainnya mengikuti surat edaran kementerian yang mengedepankan protokol kesehatan. “Apapun istilahnya, ini adalah upaya kita menuju new normal,” ujar Harnojoyo.

Hal senada diungkapkan Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda. Dia meminta warga untuk tidak lengah dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Tetap memakai masker, cuci tangan, mandi setelah bepergian membawa hand sanitizer. Ini harus menjadi kebiasaan baru kita di era new normal ini,” ujarnya.

Diakui Fitri, angka positif di Palembang cukup tinggi. “Namun tidak setiap hari ya, waktu itu pernah hanya 7 orang. Ya, karena Palembang ini pusat kota jadi pusat kegiatan disini. Kita harapkan kedepan akan makin berkurang dan kesadaran warga untuk menerapkan protokol kesehatan makin tinggi,” ungkapnya. (har/sef)

KOMENTAR MEREKA:

Dr. dr. Zulkhair Ali SPpD FINASIM, Ketua IDI Palembang

Hindari Tempat Umum

TENAGA kesehatan terus mensosialisasikan kepada masyarakat untuk tetap di rumah dan menggunakan protokol kesehatan. Sebab, masih tingginya dan terus bertambahnya jumlah pasien covid-19.

Hindari tempat umum jika tidak begitu penting, karena memang kita tidak bisa memastikan apakah lokasi itu aman atau bersih dari virus covid-19.

Namun, kita mengimbau jika memang harus melakukan aktivitas diluar, maka baiknya gunakan protokol kesehatan. Jangan lupa APD. Memang fasilitas umum sudah dibuka, namun tidak harus kita bebas untuk kemana saja. Karena kesehatan lebih penting.

Dunia medis sudah siap untuk menghadapi pasien covid-19, namun jika jumlah terus meningkat apakah jumlah tim medis akan memenuhi kebutuhan begitu juga dengan fasilitas lainnya. Makanya penting harus mematuhi aturan covid-19. (har)

Kombes Anom Setiadji, Kapolrestabes Palembang

Tingkatkan Pengawasan

SELAMA penerapan PSBB tahap pertama dan kedua di Palembang, tren perbaikan penyebaran kasus Covid-19 terlihat. Didalamnya pun sudah dilakukan penegakkan disiplin protokol kesehatan.

Seperti di beberapa pusat bisnis seperti mal telah menjalankan protokol kesehatan dan membantu pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19.

Tinggal fokus kita ke depan adalah bagaimana menata pasar. Semua personel akan dikerahkan untuk menggugah kesadaran masyarakat.

Untuk personel tidak dikurangi tetap menyiagakan 1.752 personel gabungan yang akan membantu mengoptimalkan penegakkan disiplin Covid-19 yang humanis. Kita terus melakukan pengawasan disiplin protokol kesehatan. (sef)

Eka, Warga Kota Palembang

Sudah Tidak Perduli

SETELAH tiga bulan lebih berada di rumah saja, warga kini sudah bisa mengunjungi beberapa fasilitas umum dan tempat hiburan. Seperti mal, cafe, restoran, tempat wisata lainnya dan juga kantor sudah mulai beroperasi seperti biasa.

Akan tetapi, virus covid-19 masih menghantui. Namun, warga sepertinya sudah tidak perduli lagi akan kondisi pandemi di negeri ini,  khususnya di Sumsel atau Kota Palembang yang jumlah pasien positif covid-19 terus bertambah.

Alasan warga, ya itu tadi, karena bosan di rumah saja. Salah satu obat untuk mengatasi kebosanan itu, ya ke mal. Bahkan, ada diantara teman-teman kita saat ini sudah mendatangi tempat karaoke untuk mencari hiburan.

Meskipun sudah berani keluar, namun sebagai manusia juga tetap ada rasa khawatir, makanya harus tetap ikuti protokol kesehatan. Yang jelas, selagi mengikuti protokol kesehatan, semoga virus tersebut cepat sirna. (har)