Tiga Tahun Buron, Akhirnya Sopir Angkot Penganiaya Polisi Dibekuk

Zulfikar alias Epik saat digelandang ke Mapolrestabes Palembang, Selasa (30/06)

PALEMBANG, PALPOS.ID – Hampir tiga tahun buron karena terlibat kasus penganiayaan terhadap seorang anggota Polri, akhirnya Zulfikar alias Efik (24), diringkus Unit Tekan 134 Satreskrim Polrestabes Palembang.

Sopir angkot yang beralamat di Jalan Kadir TKR, Lorong Sari IIrama, Kelurahan 36 Ilir, Kecamatan Gandus Palembang ini, diamankan tak jauh dari kediamannya, Sabtu (27/6), sekitar pukul 17.30 WIB.

Anggota Polri yang jadi korban penganiayaan adalah, Robertus Roy Ramadona (33), warga Jalan H Sanusi, Kelurahan Sukabangun, Kecamatan Sukarami Palembang.

Kasatreskrim Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono melalui Kanit Tekab 134 Iptu Tohirin, membenarkan penangkapan terhadap satu pelaku pengeroyokan dan penganiayaan tersebut.

“Bemar, sebelumnya kita sudah lebih dulu mengamankan satu pelaku lainnya atas nama Dedek (telah menjalani hukuman),” kata Tohirin, Selasa (30/6).

Dikatakan Tohirin, aksi penganiayaan yang dilakukan kedua tersangka terhadap korban terjadi di Jalan Palembang Darussalam tepatnya samping Monpera, Kelurahan 19 Ilir, Kecamatam Ilir Barat I Palembang, Kamis 21 September 2017, sekitar pukul 12.30 WIB.

“Berawal saat korban mengendarai mobil dan berhenti mendadak di TKP. Pelaku Dedek tidak senang, lalu turun dari angkot dan berkelahi dengan korban,” jelasnya.

Melihat temannya berkelahi, tersangka Zulfikar juga turun dari angkot yang dikendarainya sambil membawa besi dan langsung memukul kepala dan badan korban.

“Akibat dipukul tersangka dengan besi, korban mengalami luka di kepala, tangan dan badan. Setelah kejadian, korban langsung berobat ke rumah sakit dan melapor ke Polrestabes Palembang,” ungkap Tohirin.

Kini tersangka Zulfikar alias Epik, telah diamankan di Mapolrestabes Palembang untuk penyelidikan lebih lanjut.

Di hadapan penyidik, tersangka Zulfikar mengakui telah ikut mengeroyok dan menganiaya korban menggunakan besi.

“Iya, Pak, saya terpancing emosi saat melihat teman berkelahi. Jadi saya langsung mengambil besi dari dalam mobil dan memukul korban,” katanya. (*)