Dilarang Jualan, PKL RSMH Demo ke DPRD Sumsel

Para PKL dibelakng RSMH saat melakukan demo di DPRD Sumsel, Kamis (02/07/2020). Foto istimewa

PALEMBANG, PALPOS.ID – Sriwijaya Corruption Watch (SCW) bersama pedagang kaki lima (PKL) menggelar aksi demontrasi di halaman kantor DPRD Sumsel, Kamis (02/07). Massa meminta DPRD Sumsel dapat memfasilitasi persoalan yang dihadapi para pedagang.

Para pedagang yang selama ini berdagang di belakang RSMH tidak diperbolehkan lagi berjualan atau berdagang oleh pihak RS dengan berbagai alasan. Padahal para PKL ini sudah bertahun-bertahun berdagang dilingkungan RSMH.

Bahkan SCW mengaku sebelum melakukan aksi demo ini telah melayangkan surat ke Pihak RSMH, dan sudah dibalas oleh Pihak RSMH yang bernomor KN.02.03/XVII.2/5133/2020 yang intinya belum dapat memenuhi permohonan untuk membuka kembali akses bagi PKL yang berada dilingkungan RSMH untuk kembali berjualan.

Direktur SCW M Sanusi meminta Kepada DPRD Sumsel, segera menengahi persoalan antara PKL dilingkungan RSMH dengan pihak Direktur Utama RSMH.

“Yang kedua meminta Kepada DPRD Sumsel memfasilitasi kami untuk berdialog dengan pihak RSMH guna melakukan upaya persuasif dan humanis dengan PKL yang berada dilingkungan RS Mohammad Hoesin, sehingga tidak terkesan dibiarkan begitu saja,” kata Sanusi.

Kemudian, dilanjutkan Sanusi memberikan solusi yang memenuhi rasa keadilan dan perlakuan yang sama bagi para PKL yang berada dilingkungan RSMH. Pihaknya mengaku akan kembali melakukan aksi dengan massa yang lebih besar lagi Senin pekan depan, karena pada hari itu informasinya akan ada rapat paripurna di Gedung DPRD Sumsel.

Sementara itu, aksi demo yang disambut oleh Sekretaris DPRD Sumsel Ramadan S Basyeban akan segara menyampaikan apa yang menjadi aspirasi kepada pimpinan dan anggota DPRD yang saat ini sedang melakukan kunjungan kerja ke luar provinsi. (*)