Kolaborasi Kunci Pengendalian Karhutlabun

Pemadaman kebakaran lahan di OKI tahun 2019. Foto: BPBD OKI/dok

KAYUAGUNG, PALPOS.ID – Kolaborasi antar pemangku kepentingan jadi kunci pengendalian kebakaran hutan, lahan dan kebun (Karhutlabun) di OKI tahun ini. Selain itu upaya pencegahan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lebih difokuskan selain upaya pemadaman.

“Saya menekankan kita harus lebih berkomitmen bencana adalah masalah bersama. Untuk itu kita harus fokus, terpadu dan terintegrasi menghadapi ini,” kata Wabup OKI, HM Djakfar Shodiq, pada rakor virtual kesiapsiagaan karhutlabun, Kamis (02/07/2020).

Lebih lanjut, dia menegaskan, terpenting dalam menghadapi karhutlabun, yaitu kemauan menjaga alam dan memadamkan api. “Mari bersama mempersiapkan baik personel maupun alat,” ujarnya seraya berharap bencana karhutlabun tahun ini dapat terkendali.

Sebelumnya, segenap elemen di OKI, telah bersiap agar karhutlabun dapat diantisipasi lebih dini. Pemkab OKI telah menetapkan status siaga darurat bencana asap akibat karhutlabun sejak 1 Juni hingga 31 Oktober 2020. Selain itu, semua pihak juga diajak agar bersama-sama menjaga alam dan mencegah terjadinya karhutlabun yang dapat mengakibatkan bencana kabut asap.

Dinas Perkebunan Kabupaten OKI misalnya, secara intens memberikan imbauan dan sosialisasi terhadap para petani dan juga pelaku usaha perkebunan dan kebutanan, agar tidak melakukan tindakan pembukaan lahan dengan cara pembakaran.

“Ini berdampak pada berbagai masalah mulai dari sosial hingga ekonomi sehingga perlu perhatian dari berbagai pihak,” kata Kadisbunnak OKI, Aris Panani SP MSi.

Melihat insiden karhutlabun tahun-tahun sebelumnya, faktor ekonomi disinyalir menjadi penyebab utama baik untuk berbagai pemenuhan kebutuhan mulai dari pembukaan kebun, tanaman pangan, permukiman dan lain sebagainya.

Untuk itu, Penanganan Karhutlabun tahun ini akan difokuskan pada pecegahan jika terjadi maka akan diklasifikasi skala dan dampaknya. “Kita klasifikasi luasan dan dampak kebakaran lahan. Apakah waterboombing atau modifikasi cuaca,” ungkap Dandim 0402/OKI-OI, Letkol CZI Zamroni Ssos.

Untuk penegakan hukum Polres OKI mengedepankan upaya preventif. Namun bukan berarti tidak ada tindakan tegas jika terjadi pembakaran hutan secara sengaja.

“Jika masih ada yang tidak bertanggungjawab membakar hutan dan lahan, kami tidak segan-segan melakukan tindakan hukum,” tegas Wakapolres OKI, Kompol Yudha Widyatama Nugraha. (nur)