Refocusing Covid-19, Alokasi Perbaikan Jalan Minim

ilustrasi covid-19. foto: istimewa/net

PALEMBANG, PALPOS.ID – Terjadinya recofusing seluruh anggaran untuk penanganan Covid-19, maka alokasi untuk perbaikan jalan di Palembang sangat minim. Bahkan, dari 50 paket jalan sudah dilakukan kontrak pun belum tentu bisa dilakukan.

“Perbaikan jalan sebenarnya masih harus dilakukan. Terutama jalan yang banyak dilalui barang dan orang seperti Jalan HBR Motik juga Sukabangun 2,” kata Kepala Dinas PUPR Kota Palembang, Ahmad Bastari Yusak, Minggu (05/07/2020).

Awalnya, lanjut dia, anggaran perbaikan Jalan itu Rp120 miliar. Tetapi sekarang seluruh anggaran di nol rupiahkan. “Kita juga ada bayar pokok utang tahun kemarin, jadi bingung menentukan anggaran,” katanya.

Bastari mengatakan, karena perbaikan jalan ini menyesuaikan anggaran, ada ruas jalan APBD kota ditunda. Untuk menghindari penundaan, maka porsi perbaikannya dialihkan ke pusat dan provinsi. “Perbaikan yang dialihkan ke Pemprov Jalan Sukabangun 2, Jalan Keramasan kita minta dengan pusat,” katanya.

Sementara itu, dari APBD Kota Palembang yang sudah kontrak Jalan Mataram dan Ilir Barat Satu. Menurutnya, tahun ini ada 50 paket jalan meskipun sudah dilakukan kontrak, tapi bisa tidak dilaksanakan. “Sekarang ini ada aturan baru, jalan yang sudah kontrak bisa dibatalkan, karena Corona, walaupun sudah kontrak,” katanya.

Sementara dalam waktu dekat perbaikan jalan akan dilakukan atas bantuan PTBA senilai Rp2,3 miliar untuk Jalan POM IX, Jalan Riau dan Jalan Bangka. Sementara berdasar pantauan, ruas jalan seperti sekitar POM IX dalam kondisi baik.

Menurut Walikota Palembang Harnojoyo jalan tersebut ramai dilalui, sehingga harus diperbaiki. Terutama ditengah Covid ini, pengerjaan infrastruktur sangat terbantu, jika ada perusahaan ikut berkontribusi. “Jalan ini banyak dilalui orang, seperti Jalan Riau menuju Bukit dan Jalan POM IX ke Sumpah Pemuda,” tukasnya. (sef)