Musda Golkar Prabumulih Diprediksi Seru, Ridho Siap Maju untuk Periode ketiga  

Ir H Ridho Yahya MM, Ketua DPD Partai Golkar Prabumulih. foto: istimewa

PRABUMULIH, PALPOS.ID – Musda DPD Partai Golkar Prabumulih akhir Agustus 2020 mendatang diprediksi bakal berlangsung seru. Pasalnya, sejumlah kader digadang-gadang akan maju dalam pemilihan Ketua DPD tersebut.

Kader yang bakal maju itu diantaranya, H Daud Rotasi (Mantan Wakil Ketua DPRD Prabumulih), Syamdakir Edy Hamid (pengusaha), Erwadi (mantan anggota DPRD Prabumulih), Sutarno (Ketua DPRD Prabumulih), Welizar (anggota DPRD Prabumulih) dan Firlandia Muchtar (Ketua PPAT Sumsel).

Salah satu kandidat bakal calon Ketua DPD Golkar Prabumulih, Erwadi, Wakil Ketua DPD Golkar Prabumulih bidang pengkaderan menuturkan, siap untuk maju dalam musda.

“Di Golkar sebenarnya banyak kader. Artinya kalau memang itu dibuka untuk semua, ya kita ikut calon, kita berhak, boleh banyak kader-kader lain memenuhi syarat apalagi kakak kan sudah pantas sudah tiga periode jadi dewan,” ungkapnya.

Masih kata Erwadi, selain mengantongi dukungan dari kader, harus sesuai mekanisme partai. ‘’Rekomendasi DPD I Sumsel, juga harus dikantongi. Saya akan mematuhi hal itu,” kata pria akrab disapa Gatot itu.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga Golkar Sumsel, Syamdakir Edy Hamid ST mengatakan siap bila mendapat rekomendasi DPD Golkar Sumsel dan didukung Ketua-Ketua Kecamatan serta sayap partai. “Saya siap maju menjadi Ketua Golkar Prabumulih,” kata pria yang juga menjabat Ketua FKPPI Kota Prabumulih ini.

Sementara Ketua DPD Golkar Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM yang juga Walikota Prabumulih mengaku khawatir, DPD Golkar Prabumulih yang saat ini sedang solid (kompak) bakal terpecah belah dengan diadakannya musda pemilihan ketua.

“Kalau diadakan, takutnya mereka akan terpecah-belah. Apalagi Golkar sekarang sedang solid, bisa jadi ketua DPRD,” ungkapnya.

Ridho mengaku dirinya tak berkeinginan calon lagi. Namun, kader Golkar Prabumulih tetap menyepakati dirinya jadi ketua agar Golkar Prabumulih tetap utuh dan tidak terpecah belah.

“Kalau memang biso agar jangan pecah. Tapi biso apa idak, masalahnyo harus ada rekomendasi pusat untuk tiga periode,” tambahnya. (*)