Pelanggan Keluhkan Tagihan Melonjak Drastis, Ini Penjelasan ATS

PALEMBANG, PALPOS.ID – Pelanggan air bersih di Kota Palembang mengeluhkan kenaikan tagihan dalam dua bulan terakhir. Keluhan tersebut bukan hanya pelanggan PDAM Tirta Musi milik Pemkot Palembang.

Setali tiga uang dengan pelanggan PAM PT Adhya Tirta Sriwijaya (ATS). Bahkan kenaikan cukup drastis hingga 100 persen bahkan lebih dari biasanya. Keluhan disampaikan pelanggan PAM ATS di Kompleks Sukarame Gardena Kelurahan Kebun Bunga Kecamatan Sukarami Palembang.

Irfan, misalnya. Dia mengungkapkan, tagihan PAM ATS untuk bulan Juli mencapai Rp750.800. Tagihan ini melonjak 100 persen dibanding bulan sebelumnya.

“Tentu kita mempertanyakan hal ini, kenapa sampai melonjak sebesar ini. Padahal penggunaan air tidak jauh berbeda dengan bulan sebelumnya,” ujarnya penuh tanya.

Keluhan yang sama juga diutarakan Surad, warga yang sama. Di mana tagihan pelayanan air bersih PAM ATS pada bulan Juli ini juga naik tak wajar. Dikatakannya, tagihan bulan ini mencapai Rp 600 ribu lebih dan jauh angkanya jika dibanding dengan bulan kemarin.

Tak jauh berbeda  dikatakan Leo, juga warga Sukarame Gardena. Dia menungkapkan tagihan air bersih yang dirilis pihak ATS pada Juli 2020 mencapai Rp 190 ribu. Biasanya dia membayar tagihan Juni 2020 sebesar Rp 86 ribu. Bulan sebelumnya mencapai Rp 120 ribu.

“Jelas kita protes dengan kenaikan tagihan ini. Jika alasannya wabah covid, ya harus dijelaskan secara detil dan alasannya harus bisa diterima. Sebab jika melonjak lebih dari biasanya tentu aneh,” ucapnya.

Sementara, Dirut PT ATS melalui Bagian Pelayanan, Miftahul Arifin saat dikonfirmasi mengatakan timbulnya angka tagihan pembayaran air bersih bukan mengada-ada. Namun sudah melalui perhitungan pihaknya sesuai dengan kalkulasi pemakaian para pelanggan.

“Sebenarnya dalam hal ini, kita juga tidak mau menjadikan wabah Covid-19 jadi alasan. Namun kondisi ini (wabah Covid-19) jadi faktor. Selain itu, karena ada imbauan di rumah saja saat bulan puasa juga menjadi faktor pemakaian air melonjak dan berdampak pada nominal tagihan bulan ini, setelah kita melakukan estimasi pada pemakaian 3 bulan terakhir,” jelas Arifin.

Dijelaskan Arifin, saat Covid-19 sudah mewabah khususnya di Kota Palembang pada Maret 2020, pihaknya menyetop sementara pembacaan terhadap meteran pelanggan dan untuk mendapatkan angka nominal tagihan, pihaknya mengestimasi pemakaian air bersih pelanggan selama 3 bulan terakhir (Maret, April, dan Mei 2020), lantaran tidak ada pembacaan meteran oleh petugas karena wabah Covid-19.

“Dari hasil estimasi pemakaian pelanggan 3 bulan tersebut, hasilnya dikalikan 3 lalu didapatkanlah angka perkiraan nominal tagihan yang harus dibayarkan pelanggan pada Juni,” ujarnya.

Selanjutnya untuk pembayaran Juli, petugas ATS kembali melakukan pembacaan meteran.
“Dari hasil pembacaan meteran untuk dibayarkan Juli 2020, kita tambahkan dengan hasil hitungan estimasi yang angka pastinya sudah dihitung hingga didapat angka yang dianggap pelanggan melonjak begitu besar. Namun jika pelanggan tak terima atau keberatan dengan tagihan yang kita rilis, silahkan datang langsung ke Kantor Pusat di Grand City atau bisa hubungi nomor WA 08117877090 dan 08117822111,” pungkas Arifin.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Palembang, Harya Prathysta EP SH MH mengatakan pihaknya akan mempertanyakan kenapa sampai terjadi lonjakan tagihan yang sedemikian drastis.

“Akan kita pertanyakan bagaimana hitungannya. Tentu kita bisa memanggil pihak manajemen PT ATS untuk mempertanyakan ini dan pihak ATS harus bertanggungjawab jika tidak bisa menjelaskan alasan yang tepat terkait melonjaknya tagihan tersebut,” ujarnya. (*)