15 Anggota Polres Lubuklinggau Terlibat Narkoba

Kapolres Lubuklinggau AKBP Mustofa

LUBUKLINGGAU, PALPOS.ID – Sebanyak 15 anggota Polres Lubuklinggau membuat pernyataan pengakuan dosa terlibat penyalagunaan narkoba. Ke-15 anggota ini sebagian besar bertugas di Polsek dan beberapa di antaranya bertugas di Mapolres Lubuklinggau.

Hal itu diungkapkan Kapolres Lubuklinggau AKBP Mustofa, Selasa (07/07). Dikatakannya pernyataan pengakuan dosa ke-15 anggotanya itu telah ditindaklanjuti dengan membawa mereka ke Badan Nasional Narkotika (BNN) untuk dilaksanakan asesment.

“Begitu ada pengakuan dosa, saya langsung koordinasi sama BNN untuk kita laksanakan asesment kepada anggota tersebut,” ujarnya.

Pelaksanaan asesment terhadap 15 anggota tersebut di bagi dalam empat gelombang. Sehingga setiap hari mereka dilakukan assement. “Sekarang sudah masuk tahap kedua,” terangnya.

Dengan asesment tersebut akan diketahui tingkat ketergantungan pengguna. Apakah memang sudah ketergantungan atau baru sebatas coba-coba. Hasilnya akan muncul nama-nama yang akan direhap atau tidak.  “Yang akan kita rehap hanya untuk pengguna,” tegasnya.

Sebab lanjutnya dalam narkoba itu ada beberapa kategori pengguna dan pengedar. Untuk pengguna masuk kategori korban dan bila mengaku dia dilindungi Undang-Undang, ada kewajiban untuk melakukan rehap.

Begitupun anggota yang membuat pengakuan bisa dikategorikan korban. “Kewajiban saya selaku kapolres sebagai atasan mereka saya bawa mereka untuk assessment kalau perlu direhap akan direhap kalau tidak perlu tidak direhap,” katanya.

Sebaliknya bagi oknum anggota yang terlibat dalam peredaran misalnya ikut menjual, perantara dan sebagainya justru akan ditindak.

“Anggota saya yang diintel ada satu yang saya proses, selesai nanti akan langsung dilakukan PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat),” jelasnya.

Hal itu dilakukan agar masyarakat tahu bahwa pihaknya tidak main-main dalam penegakan hukum penyalagunaan narkoba. Maka dari itu sebelum ditindak diberikan waktu untuk membuat pernyataan.

“Kalau sudah tertangkap lain lagi ceritanya, langsung kita tindak, begitupun dengan masyarakat, orang anggota saja kita tindak,” pungkasnya. (*)