Astaga, Bapak Tega Gauli Anak Tiri hingga Hamil 6 Bulan

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Mustofa mengintrogasi Miswanto, Selasa (7/7)

LUBUKLINGGAU, PALPOS.ID – Perbuatan terkutuk diduga dilakukan seorang bapak terhadap anak tirinya sendiri. Celakanya, perbuatan setan tersebut mengakibatkan sang anak kini hamil mengandung benih bapaknya.

Bapak dimaksud adalah Miswanto (51), warga Kecamatan Lubuklinggau Selatan II Kota Lubuklinggau. Pria paroh baya ini  ”menggarap” anak tirinya sendiri sebut saja Melati (17), yang masih berstatus pelajar di salah satu SMA/SMK sederajat. Kini korban hamil enam bulan.

Terungkap perbuatan Miswanto, itu setelah keluarganya melapor ke Mapolres Lubuklinggau, Senin (06/07). Atas laporan tersebut, polisi cepat bergerak. Alhasil, penjahat kelamin itu dapat diamankan dan kini sudah ditahan di Mapolres Lubuklinggau.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Mustofa didampingi Kasat Reskrim AKP Alex Andrian, Selasa (07/07), menjelaskan kronologis kejadian. Berawal ketika korban menonton TV sambil berbaring di ruang keluarga.

Tanpa sengaja tersangka melihat paha di balik rok korban yang sedikit tersingkap. Hal itu memicu birahi tersangka. Terlebih kondisi rumah sedang sepi, karena siang itu ibu korban yang bekerja sebagai asisten rumah tangga belum pulang.

Kesempatan itu dimanfaatkan tersangka untuk melampiaskan berahinya dengan ‘menggarap’ korban yang tidak lain anak tirinya sendiri. Usai melampiaskan nafsu setannya, tersangka mengancam akan membunuh koran bila menceritakan apa yang terjadi kepada orang lain.

Takut akan ancaman tersangka akhirnya korban memilih tutup mulut. Rupanya diamnnya korban membuat tersangka kerajingan hingga terus mengulangi perbuatannya berulang kali setiap kali ada kesempatan. Setidaknya sudah 10 kali tersangka mengulangi perbuatan amoralnya kepada korban.

“Kejadian pertama di awal Januari 2020,” ujar kapolres.

Belakangan korban menunjukan tanda-tanda kehamilan. Lalu untuk menutupi kehamilan korban, tersangka mengajak korban ke pulang ke Lampung tempat asal tersangka.

Melihat korban tak kunjung pulang ke Lubuklinggau, keluarga korban akhirnya mulai curiga dan meminta korban pulang. Namun korban tidak diperbolehkan pulang oleh tersangka.

Setelah didesak akhirnya tersangka membawa korban pulang ke Lubuklinggau. Setiba di Lubuklinggau tersangka akhirnya mengakui perbuatannya kepada korban.

Tidak terima dengan apa yang telah menimpa korban, keluarga korban akhirnya melapor ke Mapolres Lubuklinggau. Dengan laporan itu tersangka akhirnya diamankan di Mapolres Lubuklinggau.

“Tersangka sudah kita amankan dan sedang menjalani pemeriksaan untuk proses hukum selanjutnya,” tegas kapolres. (*)