Berhasil Tuntaskan Perkara Dengan Jalur Mediasi

Advokat Diana Ivory Yoe SH SHI MH, pengacara dari Kongres Advokat Indonesia. Foto Istimewa

BANYUASIN, PALPOS.ID – Sengketa lahan di Jembatan 3 Jalur 17 Desa Mulia Sari Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin, berakhir dengan mediasi dan perdamaian.

Sebelumnya, sengketa lahan yang sudah berlangsung empat tahun itu, antara antara Nyoman Sukerto dari Trans Bali dengan ahli waris Amirudin Kalabe yang dikuasakan kepada Sodara Assek dari suku Bugis.

Menurut Advokat Diana Ivory Yoe SH SHI MH, pengacara dari Kongres Advokat Indonesia (KAI), dirinya berhasil menyelesaikan sengketa lahan itu melalui proses mediasi antara kedua belah pihak.

“Karena  lengkapnya semua unsur alat bukti dan adanya pihak-pihak terkait membantu dalam mediasi tersebut. Diantaranya, data surat pendukung atas kepemilikan tanah, surat pengakuan Hak tahun 1996, dengan luas 6 hektare,” jelasnya, Selasa (07/07/2020).

Dia menerangkan, pemenangan perkara hanya sampai mediasi karena kesepakatan kedua pihak yang bersengketa. “Jadi, tidak sampai melalui proses hukum dan Peradilan Perdata,” paparnya.

Dia mengungkapkan, hal ini mendapat dukungan dari setiap pihak. “Iya, pelaksanaannya mendapat support oleh semua pihak. Termasuk unsur elemen pemerintahan dan aparat keamanan, Babinsa serta Babinkamtibnas,” tutur Diana.

Keberhasilan wanita berkacama ini tentu sangat diapresiasi, untuk itu dia membuka lebar pintu untuk dapat membantu masyarakat dalam menyelesaikan perkara yang ada. (har)