Bupati Ingatkan Kades Jaga Netralitas Selama Pilkada

Bupati Muratara HM Syarif Hidayat foto bersama dengan para kades dan tamu undangan, Selasa (07/07/2020). Foto: alam/Palpos.ID

MURATARA, PALPOS.ID – Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat meminta seluruh kades untuk tetap menjaga netralitas dan imparsialitas selama pilkada.

Sikap tegas ini disampaikan Bupati dalam diskusi publik yang digelar Forum Komunikasi Kepala Desa (FK2D) Kabupaten Muratara, di Aula Balai Pertemuan Desa Simpang Nibung, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muratara.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD Muratara, Kapolres, dan Pemateri dari KPU, Bawaslu, beserta Advokasi dan seluruh tamu undangan, Selasa (07/07/2020).

Syarif Hidayat mengatakan, seluruh Kades di Bumi Beselang Serundingan, agar mengajak masyarakat menyukseskan Pilkada Muratara. “Jaga netralitas, sebagai pemimpin Desa harus mampu menciptakan Pilkada aman dan tenteram, ajak Masyarakat ciptakan suasana yang kondusif,” tegasnya.

Ketua Bawaslu Muratara, Munawir, meminta seluruh pemerintah di Kabupaten Muratara khususnya FK2D, agar selalu menjaga netralitas Pilkada Muratara.

“Bawaslu bukan berdiri sendiri, melainkan adanya sentra penegak hukum terpadu. Netralitas Kades tercantum pada UUD, sudah sangat jelas. Intinya kades tidak boleh memihak, atau menguntungkan dan merugikan salahsatu paslon. Jika terjadi, maka diproses sesuai tupoksi kesalahannya. Jika ada penemuan atau laporan masyarakat, maka akan ditindak lanjuti,” ucapnya.

Ketua KPU Muratara, Agus Maryanto mengaku, kades harus paling netral. Karena jika terjadi masalah, Kades benteng pertama menjadi perlindungan bagi masyarakat. Serta mengharapkan kepada FK2D mengajak masyarakat menciptakan suasana Pilkada yang damai dan gembira.

Selaku Advokasi Pemkab Muratara, Ilham Patahilla menjelaskan, kades harus netral yakni kekiri tidak kekanan, berada ditengah menyeimbangi. Agar terpilih kepala daerah yang sesuai hati nurani masyarakat. “Kades harus menjadi rambu masyarakat di Muratara, menciptakan suasana kondusif agar terpilih pemimpin sesuai hati nurani,” ujarnya.

Ketua FK2D, Taufik Haris, yang juga Kades Noman, mengucapkan terima kasih atas segala masukan. Seminar yang digelar bertujuan menambah wawasan bagi Kades, sehingga dalam pilkada nantinya dapat memahami mengenai hal yang tidak dan dibolehkan. (rat)