Guru Bimbel Korban Keganasan Bandit Jalanan

Korban jambret terbaring lemah di RS AK Gani, Selasa (7/7)

PALEMBANG, PALPOS.ID – Seorang guru bimbel dan sekolah dasar jadi korban keganasan jambret bermotor di simpang Jalan Makrayu dan Jalan Mangga persisnya di depan Panti Pijat Dua Saudara, Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I, Selasa (07/07), sekitar pukul 09.30 WIB.

Korban atas nama Nur (32), warga Jalan Rambutan, Lorong PDAM, Kelurhan 32 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II, menderita luka bocor di kepala hingga sempat pingsan tak sadarkan diri di simpang Jalan Mangga.

Kejadiannya, berawal dari korban Nur berangkat dari rumahnya dengan mengendarai motor Honda Beat Pop nopol BG 2416 AAB warna hitam sendirian. Meluncur dari arah Polsek IB 2 melaju ke Simpang Talang Keranggo.

Secara mendadak motornya dipepet dua pelaku yang mengendarai motor Honda Beat pula. “Brakkkk tadi keras suaranya, korban jatuh dari motor, terus dua pelaku labur pakai motor Honda Beat juga” ujar Tolip (27), pedagang kopi di lokasi kejadian.

“Pas kejadian aku lagi goreng Pempek, nah lihat bak itu jatuh dari motor, pingsan tak sadarkan diri. Pingsan, waktu aku bangunlan kasih minum, tidak mau dia. Aku ikut ngangkat terus pakai becak dibawak ke Puskesmas Makrayu. Dari situ dirujuk ke RS AK Gani,” ungkapnya.

Sedangkan keterangan Sobirin (35), kakak ipar korban saat ditemui Palpos.Id di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS AK Gani menegaskan jika adiknya usai dijambret kini sudah sadarkan diri.

Dikatakan Sobirin, adik perempuannya itu sebelum kejadian baru saja berangkat dari rumah hendak ke Pasar.

“Iya dari rumah mau beli buku di pasar Nur ini. Kalau yang hilang ponsel merek Oppo warna biru, kartu ATM, uang yang berada di dalam tas,” timpalnya.

Korban Nur sendiri kesehariannya bekerja di Bimbel dan guru SD. “Luka robeknya di bagian kepala bocor dijahit, itu jatuh karena dijambret, motornya ada. Sudah dilaporkan kejadiannya ke polisi,” tukasnya.

Pantauan Palpos.Id korban Nur sendiri langsung mendapat perawatan dokter medis RS AK Gani Palembang, dengan bagian kelapa yang bocer dijahit. Kakak ipar dan ayuk korban sendiri ikut menemani saat menjalani perawatan dalam kondisi sadar. (*)