Kasus Meninggal Akibat Covid-19 di Sumsel Capai Angka 112

Yusri, Jubir Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Sumsel di Command Centre Pemprov Sumsel

PALEMBANG, PALPOS.ID – Perkembangan terbaru kasus Covid-19 di Sumsel per Selasa (7/7) tercatat penambahan kasus konfirmasi meninggal sebanyak 5 orang. Kelima pasien suspect positif Covid-19 yang meninggal hari ini,  semuanya berasal dari Kota Palembang.

”Sehingga total keseluruhan kasus meninggal berjumlah 112 orang,” ungkap Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel, Yusri.

Sementara, kasus konfirmasi positif baru sebanyak 30 orang. “Berasal dari Palembang 25 orang, Banyusin 1 orang, Ogan Ilir (OI) 3 orang, dan Luar daerah 1 orang,” ujarnya dalam press conference virtual. Selasa (7/7).

Dalam hal ini, adapun jumlah tenaga medis yang juga termasuk pasien suspect positif Covid-19 di Sumsel saat ini sebanyak kurang lebih 6 persen dari total kasus keseluruhan. “Dengan usia rata-rata diatas 45 tahun,” terang Yusri.

Kemudian untuk kasus konfirmasi sembuh bertambah 35 orang dan semuanya berasal dari kota Palembang. Sehingga total sembuh di Sumsel saat ini berjumlah 1.218 orang. “Jika dihitung dari jumlah total kasus sembuh, angka rata-rata kasus sembuh di Sumsel saat ini sebanyak 50 persen lebih,” tambahnya.

“Dengan demikian total kasus positif Covid-19 di Sumsel sampai hari ini berjumlah 2.356 orang. Kasus positif selesai 1.330 orang, dan kasus positif yang masih aktif sebanyak 1.026 orang,” jelas dia.

Lanjut Yusri menyebutkan, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) keseluruhan di Sumsel sebanyak 8.907 orang, ODP selesai 7.425 orang, dan ODP masih dalam proses pemantauan 1.482 orang.

“Sementara Pasien dalam Pengawasan (PDP), jumlah total keseluruhan 1.088 orang, PDP selesai pengawasan 726 orang, serta PDP masih proses pengawasan atau perawatan 362 orang,” paparnya.

Diakhir Yusri menyampaikan, mengenai apakah di Palembang akan diadakan PSBB kembali tentunya kita masih menunggu kebijakan dari pusat.

”Dalam kondisi new normal sekarang, kalaupun akan PSBB kembali, maka akan dilakukan pula kajian dari tim pakar, dan tidak lain kebijakan akhirnya pun akan dikembalikan kepada pemimpin daerah, tepatnya walikota Palembang apakah akan kembali mengusulkan PSBB tersebut atau tidak,” tandasnya. (*)