Kasus Positif Covid-19 Palembang Bertambah 25 Orang

PALEMBANG, PALPOS.ID – Jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Palembang hari ini (7/7/) kembali bertambah. Di mana ada penambahan 25 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.Sehingga, total warga yang terkonfirmasi positif mencapai 1.564 orang.

Sedangkan untuk jumlah yang warga yang sembuh juga ada kenaikan, yakni ada 33 orang sehingga totalnya menjadi 671 orang. Untuk jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) juga mengalami kenaikan 53 orang sehingga total menjadi 2.230 orang.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan, dr Fauziah mengungkapkan, naiknya kasus positif ini karena banyaknya warga yang melakukan pemeriksaan Swab. “Memang ada peningkatan jumlah pasien positif. Namun, semuanya sudah mendapat perawatan intensif,”katanya.

Hingga saat ini, Kecamatan Kemuning masih menjadi kecamatan terbanyak yang warganya terpapar covid-19, dengan jumlah 153 orang. Kemudian Kecamatan Ilir Barat 1 152 orang dan Kecamatan Sukarami 133 orang.

Sementara Sekretaris Daerah Kota Palembang, Ratu Dewa menyebut bila pertambahan kasus di Kota Palembang bersifat fluktuatif. Apalagi juga tak terlepas dari masifnya upaya Pemkot Palembang bersama gugus tugas dalam hal ini Dinas Kesehatan untuk tracing warga yang terpapar Covid-19.

“Tracking ini secara jujur kita lakukan, makanya terjadi peningkatan status. Tinggal bagaimana memperketat terhadap penegakkan disiplin protokol kesehatan terutama di pasar dan pelayanan publik. Untuk ini kita akan bersama TNI, Polri dan Satpol PP,” jelasnya.

Ia membantah jika pengawasan Pemkot Palembang terkesan kendor. Karena menurutnya, gugus tugas memperkuat personel yang untuk ditempatkan sesuai Klaster penyebaran Covid-19, seperti di Pasar ataupun di pusat perbelanjaan.

“Di pasar/ toko itu ada pembagiannya serta jam pembagiannya, tapi memang luput dari pantauan. Sebenarnya mereka (petugas) sudah door to door mengingatkan,” tegasnya.

Ia mengatakan jika dalam kondisi ini bisa saja muncul Klaster baru, apabila masyarakat tidak jujur menyampaikan kondisi kepada puskesmas setempat.

“Ini kan melalui tracing. Puskesmas akan memonitor sampai tingkat lapangan yang ada. Makanya perlu kejujuran masyarakat, sehingga puskesmas pun tau apa yang harus mereka lakukan,” jelasnya.(*)