Komplotan Begal Bersenjata Api Tembak Pasutri

Korban melapor ke Mapolda Sumsel, Selasa (7/7).

PALEMBANG, PALPOS.ID – Aksi kejahatan begal bersenjata api (senpi) makin berani. Korban kali ini, Wahiddudin (34), warga Jalan KH Wachid Hasyim, Lorong Tegar, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I Palembang bersama istrinya Eva yang tengah hamil 7 bulan.

Peristiwa terjadi Selasa (07/07), sekitar pukul 04.00 WIB. Sebelumnya, korban membonceng istrinya melintas di Jalan Lintas Timur Inderalaya-Palembang, Kilometer 18, Kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir.

Korban yang mengendarai motor Yamaha Aerox hendak pulang dari rumah orang tuanya di Kayuagung, OKI. Saat melintasi jalan lurus di lokasi kejadian, motor korban dipepet dan dihadang pelaku begal sekitar 6 orang.

Para begal itu berboncengan dengan mengendarai 3 unit sepeda motor. Sadar dirinya dalam bahaya, Wahid tancap gas, tetapi pelaku kembali mengejar. Tiba-tiba salah satu pelaku melepaskan tembakan dua kali ke udara.

Pelaku begal yang lain menghadang, hingga motor oleng, sampai Eva yang tengah hamil itu terjatuh dari motor.

“Spontan aku peluk istri karena posisi sedang hamil 7 bulan. Terus begal ini mengepung kami. Dua pelaku lainnya mengarahkan senpi ke kepala aku, Pak,” ujar Wahid kepada Palpos.Id

Kemudian pelaku mengancam agar korban tidak melawan karena hanya akan mengambil motor. Akibat kejadian itu korban bukan hanya kehilangan motor Yamaha Aerox, tetapi juga kehilangan uang Rp 500 ribu, ponsel 2 unit, laptop dan hardisk merek Toshiba.

“Waktu mau ambil motor, pelaku menggeledah saku celana aku dan ambil kunci kontak motor. Setelah itu pelaku kabur, sekitar 1 kilometer kami jalan pak pagi itu cari pertolongan,” ungkap Wahid.

Untungnya saat berjalan melintaslah bus jurusan Palembang-Bengkulu. “Kami bilang baru jadi korban begal terus dibawa sampai ke Polsek Kertapati. Lalu diarahkan melapor ke Polda Sumsel,” katanya.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi SIk menegaskan telah menerima laporan kasus begal bersenjata api.

“Laporannya kita tindak lanjuti, pihak Polda Sumsel, Polres Ogan Ilir dan Polsek Indralaya Utara berkoordinasi melakukan olah TKP,” ungkapnya. (*)