Pasar Tradisional Rp 1,5 Miliar Tak Kunjung Beroperasi

Pasar tradisional di Desa Simpang Tiga, Kecamatan Kisam Tinggi yang dibangun dengan anggaran Rp 1,5 miliar, Selasa (07/07/2020). Foto kriss/Palpos.ID

MUARADUA, PALPOS.ID – Pasar tradisional di Desa Simpang Tiga, Kecamatan Kisam Tinggi Kabupaten OKU Selatan (OKUS) yang pembangunannya menelan biaya Rp1,5 miliar, dinyatakan rampung sejak Desember 2019 lalu.

Ironisnya kendati anggaran pembangunan Pasar Rakyat yang bersumber dari APBD OKU Selatan 2019 dengan luas lahan 1 Hektare cukup fantastis, namun hingga kini bangunan Pasar tersebut tak kunjung beroperasi alias belum difungsikan. Atas kondisi ini, warga sekitar berharap pasar tersebut segera difungsikan demi perputaran ekonomi hingga memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.

Fauzi, warga sekitar menyebutkan, pembangunan pasar tradisonal tersebut sudah cukup lama rampung dan selesai dikerjakan, namun hingga kini belum juga difungsikan. Masyarakat sendiri, terangnya tak begitu mengetahui apa penyebab sehingga pasar tersebut belum difungsikan, padahal pembangunannya sudah berbulan-bulan selesai.

“Dari akhir tahun 2019 lalu pasar ini sudah selesai dibangun. Tapi sampai sekarang belum difungsikan, entah apa alasannya,” ucapnya, Selasa (07/07/2020). Dikatakannya, pihaknya selaku warga disekitar lokasi pasar sangat berharap agar pasar kalangan dapat segera dipindahkan ke pasar yang baru tersebut.

“Kalau pasar lama sudah pindah kesini tentunya akan lebih enak. Sebab pasti kondisinya lebih nyaman tempat yang baru ini. Jual beli juga tentu akan semakin lancar dan nyaman,” terangnya.

Menanggapi belum difungsikannya pasar tradisonal itu, Camat Kisam Tinggi Nidi Firdaus SPd mengaku, hal tersebut akibat pandemi Covid-19. Dengan begitu, ucapnya pengoperasian pasar tradisional menjadi tertunda hingga kondisi kondusif dari wabah tersebut.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskoperindag) OKU Selatan, Drs H Elyuzar MM, juga mengakui jika Proyek pembangunan pasar di Desa Simpang Tiga sudah memasuki tahap Provisional Hand Over (PHO) atau pelaksanaan serahterima pertama pekerjaan pada Desember 2019.

“Pengurus Pasar belum dibentuk dan Kepala Desa baru meninggal. Kendati demikian Pemkab OKU Selatan akan berusaha secepat mungkin agar pasar tersebut dapat beroperasi,” tandasnya. (tian)