Warga Demo PT Pusri, Tuntut Ganti Rugi Atap Rumah Banyak Rusak

Demo warga Lorong Kapling II mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian dan TNI digerbang masuk PT Pusri, Selasa (7/7)

Diduga Dampak dari Polusi Udara PT Pusri

PALEMBANG, PALPOS.ID – Warga Jalan Mayor Zen Lorong Kapling II, RT 12, RT 13 , Kelurahan Sei Selayur, Kecamatan Kalidoni, Palembang menggelar demo di PT Pusri, Selasa (07/07), sekitar pukul 10.00 WIB.

Kedatangan puluhan warga ini menyangkut persoalan polusi dan dampak lingkungan PT Pusri Palembang, yang menyebabkan banyak atap seng keropos dan tempat mereka terdampak banjir.

Aksi damai warga Lorong Kapling II di depan gerbang PT Pusri dengan membawa spanduk agar pihak perusahaan pupuk itu menganti kerugian warga. Demo tersebut dikawal pihak kepolisian, TNI dan sekuriti BUMN tersebut.

Dikatakan Agus (35), warga Lorong Kapling 2 kepada Palpos.Id, demo damai warga ini menuntut pergantian atap seng dan mengurangi dampak banjir, dampak lingkungan yang selama ini mereka rasakan.

“Tuntutan sebagai warga sudah sejak bulan November dan Desember 2019 kemarin, sampai hari ini belum ada kejelasan, warga Lorong Kapling II, RT 12, RT 13, dan RT 35, Kelurahan Sei Selayur, kembali menagih janji itu,” ujarnya.

Permintaan warga ini, berupa atap rumah seng yang banyak keropos. “Seng yang keropos akibat polusi sejak bulan November dan Desember tahun 2019, pencemaran dari NPK 1. Total satu RW atau 300 KK yang menuntut ganti rugi,” timpalnya.

Demo ini sudah kali ketiga mereka gelar, pertama bulan Januari, lalu bulan Juni waktu pandemi dan sekarang.

“Jadi waktu hujan atap keropos, seng langsung jatuh. Akibat dampak debu dari pabrik dan gudang yang keluar. Kami sudah data ada 104 Kodi, dengan 900 rumah itu bocor semua keropos, total kerugian Rp 1,4 miliar,” beber Agus.

Warga juga akan kembali menggelar demo. “Kami sebagai warga akan terus menuntut sampai janji dipenuhi,” tukasnya.

Sedangkan Manager Humas PT Pusri Kalidoni, Palembang Soerjo Hartono didampingi Manger K3 dan LH Yusman Arullah mengatakan dari aksi damai warga Lorong Kapling II tadi sudah bermusyawarah dengan perwakilan warga.

“Dari demo tadi, kita sudah bermusyawarah dengan perwakilan warga. Untuk bantuan ada, namun bukan berupa penggantian. Bantuan ini mekanismenya kita salurkan sesuai aturan pemerintah melakui RT dan RW,” ungkap Soerjo.

Soal polusi pencemaran hal itu juga dibantah Soerjo, dari pendataan dan bukti pencemaran itu tidak benar adanya.

“Dari pemeriksaan hasil Lab Baristan dan Provinsi hasilnya telah terverifikasi. Bahwa sesuai ambang mutu, tidak ada yang polusi yang mencemari,” terangnya. Selain itu sarana dan prasarana warga mendapat perhatian dari PT Pusri.

“Kita memperhatikan warga sekitar Ring 1, yang letaknya berdampingan dengan 4 kelurahan, Kelurahan 1 Ilir, Kelurahan 3 Ilir, Kelurahan Sei Selayur dan Kelurahan Sungai Buah. Lalu Lorong Kapling I dan Kapling II, mendapat bantuan seperti berbagai pekerjaan, dan perbaikan rumah,” tukas Soerjo. (*)