Senin, UIN Keluarkan SK Keringanan UKT Mahasiswa

Jajaran pengurus organisasi Intra Kampus UIN Raden Fatah Palembang

PALEMBANG, PALPOS.ID – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang akan keluarkan Surat Keterangan (SK) terkait kebijakan keringanan bantuan UKT mahasiswa pada masa pandemi Covid-19.

Humas UIN Raden Fatah Palembang Dra Elisma Harfiani, MM mengatakan, kemarin mahasiswa sudah melakukan pertemuan dengan rektor, terkait gugatan kebijakan keringanan UKT mahasiswa pada masa pandemi Covid-19.

“Sudah diterima oleh Wakil rektor (WR 1, WR 2, Dan WR 3), dan Senin nanti Surat Keterangan (SK) akan keluar,” terangnya saat dikonfirmasi pada Sabtu (11/07).

Sementara Satria selaku presiden mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang mengungkapkan, sudah bertemu secara langsung dengan Rektor, dan tuntutan mereka dipenuhi soal keringanan UKT pada masa pandemi seperti sekarang.

Terkait perpanjangan UKT sendiri kata Satria, akan diperpanjang hingga satu bulan ke depan.

“Insya Allah mahasiswa mendapatkan potongan 20 persen, khusus untuk mahasiswa orang tuanya yang sudah meninggal dan terpapar covid dimasa pandemi untuk biaya UKT di gratiskan,” ujarnya.

Lanjut Satria, dan untuk mahasiswa yang mata kuliah tinggal 6 SKS potongan 60 persen dan bagi mahasiswa yang sedang menyusun skripsi mendapatkan potongan sebesar 80 persen.

“Kata Rektor, paling lambat SK nya keluar hari Senin nanti, dan untuk mulai berlaku tanggal pembayaran UKT pada bulan Agustus mendatang,” tuturnya.

Ia menekankan, bahwa untuk bantuan tersebut sifatnya bersyarat yang tetap mengacu pada Kementrian Agama No 515 Tahun 2020 Tentang Keringanan Uang Kuliah Tunggal Pada Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri Atas Dampak Bencana Wabah Covid-19.

“Keringanan dalam bentuk pengurangan UKT dan perpanjangan waktu pembayaran UKT, serta syarat di permudah tetap mengacu. Salah satunya mahasiswa menunjukkan keterangan bukti sah terkait status orangtua meninggal dunia atau kehilangan pekerjaan atau kerugian usaha dinyatakan pailit, yang mengalami penutupan usaha atau menurun pendapatannya secara signifikan,” tutupnya. (*)