Curi HP di Konter, Pejual Remote TV Diringkus

Penjual remote TV nyambi curi HP saat diamankan di Polsek Prabumulih Timur.

PRABUMULIH, PALPOS.ID – Pura-pura beli touchscreen (layar sentuh) ponsel, Dodi Iskandar (38), warga Jalan Arjuna Kelurahan Wonosari Kecamatan Prabumulih Utara, nekat mencuri dua unit HP Xiomi Note 3 dan Vivo Y91 warna merah yang diletakkan di atas meja kasir konter Green Cell di Jalan Padat Karya Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur.

Akibat ulahnya, penjual remote TV keliling ini ditangkap Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Prabumulih Timur dan Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Rambang Dangku, saat menjajakan dagangannya di Desa Banuayu Kecamatan 4 Petulai Dangku Kabupaten Muara Enim, Minggu (12/7), sekitar pukul 14.30 WIB.

Informasi dihimpun, penangkapan Dodi bermula ketika dia mendatangi konter HP Green Cell milik Anton, Kamis 2 Juli 2020, sekitar pukul 18.00 WIB. Ketika itu, di konter hanya ada anak korban yang sedang asik main game di HP, sedangkan Anton berada di belakang.

Melihat suasana konter sepi, Dodi langsung mengambil 2 unit HP yang ada di atas etalase dan memasukan ke dalam tas miliknya, lalu bergegas pergi.

Aksi yang dilakukan pemuda ini baru disadari Anton tak lama berselang setelah pelaku pergi. Ia pun langsung melaporkan aksi pencurian yang dialaminya ke SPK Polsek Prabumulih Timur dan ditindak lanjuti tim opsnal Unit Reskrim dipimpin Kanit Reskrim Ipda Fredy F Triwahyudi SH.

Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil mengetahui identitas dan keberadaan pelaku di Desa Banuayu sedang menjajakan remote TV. Tak menyia-nyiakan waktu tim gabungan langsung bergerak ke tempat dimaksud dan berhasil meringkus Dodi.

Kapolres Prabumulih, AKBP I Wayan Sudarmaya SIK MH melalui Kapolsek Prabumulih Timur didampingi Kanit Reskrim Ipda Fredy F Triwahyudi SH, ketika dikonfirmasi membenarkan pihaknya berhasil menangkap pelaku pencurian tersebut.

“Saat ini pelaku sudah kita amankan dan masih menjalani pemeriksaan. Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman 7 tahun kurungan penjara,” pungkasnya. (*)