Gubernur Sumsel Dukung Kemajuan UMKM Lokal Berdigitalisasi

PALEMBANG, PALPOS.ID – Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru yang diwakili oleh Dra. Hj. Musiawati M.M, Kepala Dinas Koperasi, Provinsi Sumatera Selatan menyampaikan apresiasinya untuk program #TerusUsaha yang diluncurkan hari ini di Palembang.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan selalu mendukung kemajuan UMKM lokal dengan digitalisasi. Untuk diketahui, di tengah pandemi Covid-19 perlu ada dukungan lebih bagi pelaku UMKM.

Mengingat mereka menjaga roda perekonomian dapat terus berputar. Pandemi ini juga menunjukkan bahwa digitalisasi menjadi sangat penting dan sudah terbukti UMKM digital tetap bisa beroperasi di masa PSBB.

“Melalui program #TerusUsaha dapat membantu digitalisasi UMKM Sumatera Selatan dengan lebih baik. Saya juga sangat senang bahwa Grab berkomitmen untuk mendukung pemerintah dan memastikan bahwa UMKM juga terlibat dalam ekonomi digital melalui #TerusUsaha Aplikasi serba bisa terkemuka di Indonesia, Grab, hari ini mengumumkan program #TerusUsaha yang siap menjadi solusi dalam percepatan transformasi digital ratusan ribu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Palembang,” paparnya, usai mengikuti virtual press conference di kantor Gubernur Sumsel, Jumat (17/06).

Dia berharap, sebagai program yang mendukung inisiatif #BanggaBuatanIndonesia milik pemerintah pusat, program #TerusUsaha mencakup 5 (lima) solusi, termasuk akselerasi khusus untuk melatih dan meningkatkan keterampilan UMKM, iklan gratis untuk membantu mereka meningkatkan visibilitas secara online sehingga dapat meningkatkan penjualan, serta aplikasi khusus untuk digitalisasi usaha.

“Bapak Gubernur kita, sangat mendukung semua pelaku usaha untukd apat memperomosikan produknya melalui digital disaat pademik. Semoga UMKM memiliki wadah yang dapat memberikan peluang bisnis bagi merkea,” tegasnya.

Sementara itu, Richard Aditya, Head of West Indonesia Grab Indonesia, menjelaskan untuk mendukung semua kebutuhan digital masyarakat maka pihaknya juga meluncurkan microsite www.grabforgood.id yang dirancang khusus bagi UMKM yang menjadi wadah mencari ilmu dan inspirasi agar mereka dapat mengembangkan bisnisnya.

Diketahui bahwa, pada awal 2018, Dinas Koperasi dan UKM (Depkop) Provinsi Sumatera Selatan mencatatkan adanya sebaran UKM yang ada di Palembang mencapai 28.766 atau 26,5% dari total UKM yang ada di Sumatera Selatan . Laporan tersebut juga mencatatkan, terbatasnya akses pasar menjadi salah satu hambatan berkembangnya.

Di sisi lain, riset dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics, gig workers termasuk UMKM, di empat layanan yakni GrabBike, GrabCar, GrabFood, dan GrabKios secara keseluruhan sudah berkontribusi sebesar Rp643 miliar pada perekonomian Palembang pada tahun 2019.

Tiga hal ini menunjukkan, pentingnya digitalisasi dan pembinaan untuk mendorong UMKM berkembang, karena kontribusi ekonominya yang sangat signifikan bagi kota Palembang.

“Kami berkomitmen Grab dalam mendorong bisnis kecil dan tradisional untuk merangkul teknologi agar tidak tertinggal dalam era digital. Dimana, pekerja lepas dan UMKM menjadi kunci utama untuk memastikan masyarakat dapat mempertahankan mata pencaharian mereka, terutama dalam periode ekonomi yang kian menantang pada masa mendatang. Namun, masa krisis ini juga memperlihatkan bagaimana UMKM dapat menjadi amat rentan. Program #TerusUsaha yang merupakan bagian dari komitmen jangka panjang GrabForGood ini kami hadirkan di Palembang untuk meningkatkan kemampuan, kapasitas, dan jangkauan bagi UMKM serta individu dalam menyambut masa depan ekonomi digital, agar ekonomi kota juga dapat terjaga,” ungkapnya.

Menurut riset Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics merilis studi yang dilakukan di bulan Januari 2020 di kota Palembang. Riset ini menemukan bahwa gig economy termasuk UMKM yang didukung oleh teknologi Grab telah memberi dampak bagi ketahanan ekonomi Palembang. Mitra Grab yang disurvei menyatakan bahwa Grab tidak hanya menawarkan peluang ekonomi yang lebih baik bagi pekerja informal (yang merupakan 56,5% dari total tenaga kerja Indonesia), tetapi juga meningkatkan pertumbuhan bisnis kecil dan menciptakan lapangan pekerjaan di luar platform Grab.

“Mitra merchant GrabFood dan agen GrabKios Palembang yang disurvei melihat peningkatan pendapatan hingga 47% menjadi Rp39,5 juta per bulan, sedangkan rata-rata pendapatan agen GrabKios Palembang meningkat 47% menjadi Rp9,6 juta per bulan sejak bergabung,” terangnya.

Kemudian, sebanyak 48% mitra merchant GrabFood Palembang juga mengaku tidak perlu penambahan modal untuk meningkatkan bisnisnya. Peningkatan penghasilan yang sangat signifikan pun dirasakan oleh mitra pengemudi GrabCar dan GrabBike di Palembang dengan peningkatan pendapatan hingga 101% menjadi Rp5,7 juta per bulan dan 126% menjadi Rp3,6 juta per bulan setelah bergabung dengan Grab.

Peningkatan ini membuat para mitra bisa menabung yang membuka akses keuangan lainnya, seperti produk investasi dan pinjaman. Sejumlah 25% mitra pengemudi GrabBike dan 8% mitra pengemudi GrabCar di Palembang baru membuka rekening tabungan pertama mereka ketika bergabung dengan Grab.

Adapun Rosalina, merupakan seorang Ibu Rumah Tangga yang kini menjalankan warung digital ‘Rosa’ di Palembang. Rosa telah merasakan manfaat digitalisasi dalam menjalankan usahanya, saat ia bergabung dengan GrabKios.

“Saya dulu tidak paham tentang teknologi, jadi saya belajar cara menggunakan smartphone saya. Beberapa tahun lalu, saya memutuskan untuk membuka sebuah warung kecil, tapi hanya menjual barang-barang kebutuhan harian saja. Dengan teknologi GrabKios, saya bisa menawarkan lebih banyak layanan bagi pelanggan seperti pembelian token listrik, pembayaran tagihan, dan juga transfer uang,’’ tutupnya.(*)