Pengantar Minyak Tewas Dibacok dan Ditembak di Depan Musala

Ipda Ledi, Kanitreskrim Polsek IT II. foto: mizon/Palpos.ID

PALEMBANG, PALPOS.ID – Baru saja terjadi pembunuhan di Jalan Kadir TKR, Lorong Jambu, Kelurahan 36 Ilir, Kecamatan Gandus, Selasa (21/07/2020), sekitar pukul 20.00 WIB.

Warga Palembang kembali digemparkan dengan penemuan seorang pria tergeletak bersimbah darah depan Musala Abadan, Jalan Sultan Agung, Kelurahan 1 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II Palembang, Rabu (22/07/2020), sekitar pukul 11.30 WIB.

Diketahui korban bernama Muslim Situmorang (40). Pria ini tewas dengan luka bacokan di kepala dan luka tembak di paha kanan. Mendapat informasi, piket Polsek Ilir Timur II langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKP, serta dan mengevakusi korban ke rumah sakit Boombaru untuk kepentingan visum et repertum.

Informasinya, kejadian bermula saat korban sedang duduk di TKP dan tiba-tiba datang lima pelaku menggunakan dua sepeda motor langsung membacok dan menembak korban. “Saat kejadian korban sedang duduk depan Musala, lalu dibacok pelaku di kepala dan menembak korban. Setelah itu pelaku melarikan diri,” jelas Wahyudi (32), warga sekitar TKP.

Saat itu, kata dia, terdengar empat kali suara letusan senjata api. “Suara tembakan terdengar empat kali. Korban terkapar, langsung dibawa ke rumah sakit Boombaru,” tambahnya.

Sementara keponakan korban, Fery mengatakan pelaku ada dua orang dan langsung membacok pakai celurit dan menembak pamannya. “Saat kejadian kami bertiga, saya, korban dan Dian. Saya mencoba melerai. Paman saya sempat menangkis dua kali bacokan samurai pelaku, hingga pergelangan tangan kiri putus,” terangnya.

Dikatakan Fery, pamannya ini bekerja sebagai pembawa minyak. Dirinya tidak mengetahui apakah korban mengenal pelaku atau tidak. “Saya sendiri tidak mengenali para pelaku, karena mereka pakai helm,” katanya.

Kapolsek IT II Palembang, Kompol Mario Ivanry, melalui Kanitreskrim Ipda Ledi, membenarkan kejadian tersebut. “Kami masih menyelidiki kasus ini. Sudah ada dua saksi yang kita ambil keterangan. Jadi kami belum bisa memberikan keterangan lebih jauh,” ungkapnya.

Dikatakannya, dari hasil olah TKP ditemukan dua proyektil peluru dan darah korban. “Sudah kita amankan untuk barang bukti dan kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya. (*)