Wawako Akan Berikan Solusi Untuk Panti Pijat Pertuni

Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda saat memberikan edukasi kepada masyarakat, beberapa waktu yang lalu. Foto: Cuci/Palpos.ID

PALEMBANG, PALPOS.ID – Kondisi Panti Pijat Tuna Netra saat ini bisa dikatakan memprihatinkan. Pasalnya sejak berdirinya Pasar Ikan Moderen, pendapatan Penghuni Panti Pijat merosot tajam.

Menyikapi hal ini, Wakil Walikota Palembang, Fitri Agustinda akan mencari jalan keluar atas permasalahan yang dihadapi para penghuni panti. “Kita akan membantu dengan mempromosikan keberadaan panti ini,” paparnya usai mengunjungi Panti Pijat Tuna Netra (Pertuni), Rabu (22/07/2020).

Untuk itu, Fitri juga meninta kepada penghuni panti untuk tetap mematuhi protokol kesehatan ditengah pademik saat ini. Seperti menerapkan pemeriksaan suhu tubuh dan mewajibkan pengunjung mencuci tangan terlebih dahulu sebelum memasuki ruangan.

“Palembang masih zona orange, jadi kita masih harus mematuhi protokol kesehatan. Memang saat ini semua masih serba sulit, maka kita berdoa bersama agar lekas membaik,” paparnya usai membagikan sembako kepada penghuni Pertuni.

Sementara itu, Ketua DPC Pertuni kota Muhsoli menuturkan, saat ini pasien panti pijat sudah sangat sepi. Biasanya mereka dapat menerima 80 orang lebih setiap harinya. Namun sejak berdirinya pasar ikan moderen dengan pagar yang tinggi menjulang jumlah tersebut sangat jauh dari harapan.

“Kami ingin meningkatkan kesejahteraan penghuni panti, sebab pasien sudah sepi. Lokasi disudut gedung pasar dengan pagar pasar yang sangat tinggi, orang sudah susah untuk mengunjungi kami,” ujarnya.

Panti yang berdiri sejak 1988 lalu kini hanya bisa menerima pasien atau tamu sebanyak 20 orang perhari dihari hari tertentu. “Tidak setiap hari, bahkan kemarin hanya ada 6 orang saja,” ujar dia yang membawahi 62 orang anggota Panti Pijat Tuna Netra. (har)