Perkantoran Jadi Cluster Terbaru Penyebaran Covid-19

Dr dr Zulkhair Ali SpPd, Ketua IDI Kota Palembang. foto: istimewa

PALEMBANG, PALPOS.ID – Jumlah covid-19 di Sumsel sudah mencapai 3000-an lebih pasien. Hal ini disumbang oleh pekerja kantoran. Menurut Dr dr Zulkhair Ali SpPd KGH Finasim, jika perkantoran sudah menjadi cluster terbaru dari virus yang berasal dari Wuhan, China.

“Sekarang ini kasus covid-19 terbanyak adalah OTG (orang tanpa gejala,red). Maka tidak heran jika perkantoran bisa menjadi cluster terbaru dengan jumlah terbesar positif covid-19,” paparnya, Kamis (23/07/2020).

Seperti diketahui sebelumnya, ada beberapa perusahaan, perbankan bahkan perusahaan media melakukan penutupan layanan atau kantor karena lebih dari 5 karyawan mereka yang sudah dinyatakan positif covid-19.

“Jumlahnya bisa saja lebih, jika dilakukan tes swab secara merata diseluruh karyawan. Bahkan bisa melebar hingga ke kalangan luar perusahaan yang sudah dinyatakan bahwa pasiennya positif covid-19, seperti perbankan yang melayani nasabah,” jelasnya.

Untuk itu, dokter spesialis penyakit dalam ini menyarankan untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan untuk seluruh karyawan. Serta siaga protokol kesehatan seperti tes suhu tubuh, cuci tangan, jaga jarak. “Jika memang ingin lebih efektif, bainnya terapkan Work From Home (Kerja dirumah). Untuk menekan jumlah penularan covid-19,” ujarnya.

Karena menurut dr Zulkhair, virus ini bisa tidak terlihat kasat mata apalabila dia mengendap pada orang dengan gejala OTG. Ketika dia menyentuh suatu barang maka akan menyebar dengan cepat. “Virus ini akan bertahan pada kertas,kardus atau juga karton hingga 24 jam, tembaga 4 jam,” jelasnya lagi.

Parahnya lagi, virus ini akan bertahan selama 3 jam setiap tetes atau butiran kecil jika dikeluarkan oleh batuk dan bersin ke udara. Begitu juga dengan permukaan kain seperti baju dan lainnya.

“Saat ini kita memang harus curiga kepada siapapun, terlebih pada orang yang kerap melakukan kontak bersama orang lain begitu juga yang biasa melakukan pekerjaan keluar kantor bahkan keluar kota,” pungkasnya. (har)