PJJ Terkendala Akses, Enos Tekankan Pentingnya Program Internet Desa

H. Lanosin Hamzah

OKUTIMUR, PALPOS.ID – Pandemi Covid 19 atau Corona belum berakhir, bahkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa pandemi yang mematikan jutaan manusia ini tidak akan bisa berakhir dengan cepat.

Oleh karena itu diharapkan masyarakat untuk bisa beradaptasi atau membiasakan diri dalam segala aspek kehidupan khususnya aspek pendidikan.

Hal tersebut disampaikan Calon Bupati Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur) H. Lanosin atau yang kerap disapa Enos.

“Kita harus mampu beradaptasi di tengah wabah Covid 19 ini, ini bagian dari cara agar masyarakat tetap survive saat pamdemi belum berakhir,” kata Enos, di Kecamatan Belitang, Mingu (26/07).

Aspek pendidikan saat ini menurut Enos, sedang ramai di perbincangkan. Pasalnya lembaga pendidikan formal di semua jenjang masih belum diperbolehkan membuka pembelajaran secara tatap muka di sekolah. Akan tetapi dengan menggunakan model pembelajaran daring atau Pembelajaan Jarak Jauh (PJJ).

Karena itu, pihaknya mengingatkan kepada masyarakat agar bisa membiasakan diri di masa pembatasan semua aktivitas. Menurut Enos, pembelajaan dengan model PJJ secara daring tentu masih banyak problem di lapangan.

Termasuk minimnya akses internet dan tidak tersedianya gawai atau smart phone sebagai penunjang pembelajaran khususnya bagi warga tidak mampu atau miskin.

“Tidak semua masyarakat kita punya fasilitas gawai. Karena itu saya menyarankan kepada pemerintah untuk segera mengatasi masalah tersebut, termasuk layanan akses interney. Banyak keluhan masyarakat terkait masalah ini,” tutur Enos.

Selain itu, pihaknya juga mengajak seluruh wali murid untuk tetap semangat dan bersabar dalam mendampingi anak saat belajar daring. Karena menurutnya, saat ini orang tua berperan sebagai guru di rumah masing-masing. Tentu dibutuhkan adaptasi agar terbiasa dalam mendampingi anak-anak belajar.

“Saat ini semua orang tua berperan menjadi guru di rumah. Dan semua butuh adaptasi, karena tidak semua wali murid dari anak-anak kita berprofesi sebagai guru atau pengajar di sekolah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga menjelaskan pentingnya internet desa di saat masyarakat membutuhkan akses untuk pembelajaran secara daring. Oleh sebab itu, pihaknya berkali-kali menyampaikan bahwa penyediaan internet desa harus merata sampai ke desa-desa bahkan ke perkampungan. Hal tersebut sebagaimana salah satu misi program yang akan digalakkan kelak jika dirinya diamanahi menjadi Bupati OKU Timur.

“Pemerintah harus sigap dengan problem masyarakat saat ini. Daerah punya anggaran di APBD, juga dinas terkait yang seharusnya menyentuh kebutuhan masyarakat untuk kondisi saat ini. Di sinilah pentingnya internet desa,” tegas Enos.

Ia pun menghimbau dan mengajak seluruh simpatisan dan relawan Enos-Yudha untuk bergotong royong dan saling membantu kepada sesama. Ia mencontohkan, jika ditemukan warga kategori miskin yang tidak mempunyai fasilitas untuk pembelajaran daring atau PJJ untuk segera membantu dan mendampingi mereka.

“Bila perlu sampaikan ke posko, biar kami bisa menindak lanjuti. Jika menunggu program dari pemerintah dikhawatirkan lambag dan anak-anak kita bisa ketinggalan pelajaran karena tidak mengikuti PJJ. Mari bersama kita saling membantu antar sesama di tengah pandemi seperti saat ini,” pungkasnya. (*/inforial)