Kelompok Petani Terima 150 Ribu Batang Bibit Karet

Wabup Muba Beni saat memberikan bibit Karet kepada Koptan Babat Toman, Sabtu (25/07/2020). Foto: diskominfo muba

SEKAYU, PALPOS.ID – Kelompok petani (Koptan) karet di Kecamatan Babat Toman Kabupaten Muba, menerima bantuan 150 ribu batang bibit unggul karet dari Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Sumsel I, dan Ditjen Perkebunan RI.

Bantuan sektor pertanian karet diserahkan langsung Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Sumsel I Riezky Aprilia SH MH, dan Sekretaris Ditjen Perkebunan Dr Antar Jodikin kepada beberapa kolompok tani, diantaranya Berkah Makmur, Bayung Jaya, Bayung Sejahtera, Mega Pro, Makmur Bersama, Sinar Tani, dan Kelompok Tani Cipta Lembayung, di Unit Pengelolah dan Pemasaran Bokar (UPPB) Bayung Sejahtera Desa Toman Baru (Desa Persiapan) Kecamatan Babat Toman, Sabtu (25/07/2020).

Wabup Muba Beni Hernedi yang hadir pada penyerahan bantuan atas kerjasama DPR RI dan Ditjen Perkebunan RI ini mengucapkan terima kasih. Dimana bantuan tidak hanya bibit karet saja melainkan juga ada pupuk, dana bantuan persiapan Rp150 juta, serta alat penyadap karet lainnya. “Terima kasih daun keladi, terima kasih kalu ade tambah lagi,” ucap Beni.

Ia berpesan kepada petani karet yang menerima bantuan supaya dapat digunakan dengan sebenar-benarnya. “Tentu karena yang dibantu ini adalah memang yang dibutuhkan, saya yakin ini akan digunakan sebaik-baiknya,” kata Wabup.

Pemkab Muba telah berupaya meningkatkan harga karet dikalangan masyarakat, diantaranya membentuk UPPB, dan inovasi aspal karet.

“Terkait aspal karet kita sudah siap produksi, dan anggarkan ditahun ini lebih Rp100 miliar, agar karet masyarakat diserap dan meningkatkan harganya minimal Rp 10ribu -12.ribu perkilogram,” paparnya.

Anggota DPR RI Riezky Aprilia SH MH berpesan kepada petani karet agar tidak menyerah dengan kondisi harga karet yang saat ini masih rendah. “Untuk itu sektor hilirisasi karet yang perlu kita fikirkan, mari kerjasama bantuan diberikan tadi untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya,” kaya Riezky.

Sementara Sekretaris Ditjen Perkebunan Dr Antar Jodikin mengatakan perkebunan karet memang sangat penting mengingat masyarakat Indonesia banyak bertani karet terutama di Provinsi Sumsel. (rom)