Walikota Linggau Persilakan Sekolah Belajar Tatap Muka

H SN Prana Putra Sohe (Nanan), Walikota Lubuklinggau. Foto: istimewa/net

LUBUKLINGGAU, PALPOS.ID – Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe (Nanan) akhirnya mengizinkan sekolah untuk mulai belajar tatap muka. Kebijakan itu diambil karena kasus konfirmasi positif corona atau covid-19 di kota berjuluk Bumi Sebiduk Semare ini sudah tinggal enam lagi.

“Silakan sekolah belajar tatap muka, tapi harus sesuai protokol covid-19,” tegas Nanan, usai acara pelantikan RT di wilayah Lubuklinggau Timur I, Selasa (28/07/2020).

Kendati demikian, izin yang diberikan orang nomor satu di Kota Lubuklinggau ini baru sebatas lisan. Karena izin resmi secara tertulis baru akan dikeluarkan setelah ada hasil tes swab 1.300 orang dilakukan secara masal belum lama ini. “Hasil tes swabnya minggu ini keluar, kita harapkan hasilnya mengembirakan,” ujar Nanan.

Karena lanjutnya, dia tidak akan mengambil resiko yang dapat menyebabkan penularan berdampak konfirmasi positif covid-19 di Kota Lubuklinggau yang tinggal enam kasus dalam proses penyembuhan kembali meningkat. “Total kasus konfirmasi positif ada 105, kasus konfirmasi sembuh 99 orang, tinggal enam lagi,” katanya.

Adapun sekolah yang boleh tatap muka untuk tingkat SMP, sedangkan untuk SD dan TK/PAUD asalkan sekolah bisa menjamin protokol covid terjaga, juga diizinkan. “Untuk SMA itu kebijakan gubernur ya, tapi untuk SMP silakan saja, SD dan TK/PAUD masih dikhawatirkan orang tua yang mengantar malah tidak bisa mengikuti protokol covid-19,” terangnya.

Terpisah, Asnaini, orang tua/wali murid, menyambut positif kebijakan walikota mengizinkan sekolah melakukan belajar mengajar tatap muka. Pasalnya belajar dengan sistem daring (dalam jaringan) dinilai tidak efektif dan membebani orang tua.

“Saya anaknya empat, semuanya sekolah ada SMA, SMP, SD dan yang paling kecil TK, sementara HP Android cuma satu,” ungkapnya.

Kondisi tersebut, menurutnya justru membuat dia dan suaminya kewalahan. Terlebih yang bisa menggunakan HP Android hanya anak pertama dan kedua. ‘’Sedangkan anak ketiga dan keempat belum mengerti,” tambahnya. (mar)