Ditemukan Tewas Dalam Selokan, Diduga Korban Tabrak Lari

Jasad korban tergeletak di selokan dan korban semasa hidup

PALEMBANG, PALPOS.ID – Paris Hermanto (60), warga Jalan Sukabangun 2, Gang Kaur, V, Blok F6, RT 48/09, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Sukarame, Palembang ditemukan tewas dalam selokan di pinggir Jalan Kol. H. Barlian, Km 6,5, Rabu (29/07), sekitar pukul 07.00 WIB.

Persisnya depan Sekolah Yayasan Madrasyah Tsanawiyah Al-Adi. Saat ditemukan, posisi korban telentang dengan darah banyak keluar dari kepala dan mengalir dalam selokan.

Ida, tetangga almarhum, mengatakan korban memang suka gowes setiap pagi. “Iya kalau habis subuh itu naik sepeda keliling, kadang rombongan, kadang sendirian,” ungkapnya.

Senada dikatakan Indra, juga tetangga korban. Kata dia, diketahui tadi pagi sehabis subuh memang gowes.

“Habis Salat Subuh naik sepeda gowes, jam 06.00 WIB biasanya sudah pulang, kadang keliling bandara, terus ke Polda Sumsel, Jalan Soak Simpur ke Kuburan Cina. Waktu ketemu meninggal sepeda juga hilang,” ungkapnya.

Dari keterangan pelayat dari pihak kepolisian dan PNS Polda Sumsel yang datang ke rumah duka di Lorong Kaur, memang benar almarhum rekan kerja mereka.

“Kerja di bagian TI, bagian jaringan telkom listrik di Polda Sumsel. Baru saja pensiun, ya kami turut berduka. Untuk keluarga ditinggalkan supaya tabah dan iklas,” timpalnya.

Almarhum juga dikenal baik. “Kalau ada acara atau hajatan pasti datang, kenal baik sama tetangga,” ujarnya.

Atas kejadian ini almarhum meninggalkan 7 orang cucu dan 4 orang anak. “Selesai dimandikan disalatkan. Habis Dzuhur kemungkinan dikebumikan di TPU Soak Simpur,” tukas tetangga almarhum usai melayat.

Kapolsek Sukarami AKP Satria Dwi Dharma melalui Kanitreskrim Polsek Sukarami Ipda Hendri Alius mengatakan, korban diduga menjadi korban lakalantas.

“Untuk sementara diduga korban laka lantas. Namun anggota sudah terjun ke lokasi TKP untuk melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi di TKP,” katanya.

Jasad korban sempat diperiksa di RS Bhayangkara Polda Sumsel, untuk memeriksa bekas luka yang dialami kemudian dibawa ke rumah duka. (*)