Gempa Bengkulu Goyang Pagaralam, Sesmograf Deteksi II MMI

Gunung Dempo yang ada di Kota Pagaralam pascagempa, Minggu (02/08/2020). Foto istimewa

PAGARALAM, PALPOS.ID – Gempa yang menguncang Bengkulu Selatan sekitar pukul 11.35 WIB yang berpusat di laut 27 KM barat Daya Bengkulu Selatan dengan kekuatan 4,8 M terasa sampai ke Kota Pagaralam. Meskipun tidak terlalu besar gempa yang ada cukup membuat warga yang ada di kaki Gunung Api Dempo keluar Rumah.

Dikatakan Megian, Ketua Pos Pemantau Gunung Api Dempo Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Giologi (PVMBG) Kota Pagaralam, Gempa yang terasa ini bukan berasal dari kota Pagaralam, apalagi berasal dari Gunung Api Dempo, melainkan dari Bengkulu Selatan berdasarkan laporan BMKG Pusat. “Gempa ini cukup terasa dan terekam pada alat sesmograf dengan kekuatan II MMI alias terasa bagi manusia. Kekuatannya terasa bagi manusia,” tegas Megian.

Sambungnya, getaran gempa diketahui hanya bisa dirasa cukup besar menguncang, sedangkan data besarnya guncangan dan asal gempa diketahui berdasarkan informasi yang berkembang, khususnya dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). “Berdasar Informasi, gempa terjadi sekitar pukul 11.35 WIB yang berpusat di laut 27 KM barat Daya Bengkulu Selatan dengan kekuatan 4,8 M,  Minggu, 02 Agustus 2020,” terangnya.

Lanjutnya, kejadian gempa tak mempengaruhi kondisi Gunung Api Dempo, kegempaan masih normal tetap berada di level I Aktif Normal kondisinya masih adem, sedangkan berdasartkan visual puncak Dempo terkadang ditutupi kabut. “Untuk kegempaan nihil, baik itu tremor, embusan, vulkanik dangkal, vulkanik dalam, hingga tektonik jauh,” terangnya.

Kami juga berpesan kepada masyarakat dan pendaki, agar bersama-sama menjaga seismometer atau alat pemancar aktifitas kegempaan gunung api Dempo  di bibir kawah Merapi-Dempo jangan sampai dirusak. “Karena menyangkut keselamatan banyak warga bermukim di sekitar gunung. Tidak hanya di Kota Pagaralam, tapi juga warga di Kabupaten Lahat dan Kabupaten Empat Lawang,” pungkasnya. (faj)