Selesai Kuliah, Kembang Desa Mandi Darah Kerbau

Kegiatan mandi darah kerbau yang dilakukan Fitri Romadona Sita, Minggu (02/08/2020). Foto alam/Palpos.ID

MURATARA, PALPOS.ID – Ada tradisi menarik yang dilakukan keluarga Abu Hendar (54), warga Desa Pauh I, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara. Di mana, tradisi tersebut terus dilestarikan secara turun temurun dari almarhum orang tuanya.

Apa tradisi dimaksud? Di mana bagi anak yang sudah menyandang gelar sarjana S1 maupun D3 dimandikan dengan darah kerbau.

Prosesi mandi darah kerbau kali ini untuk generasi ke-7. Sebelumnya tiga adiknya dan sekarang anak bungsunya yang mandi darah kerbau bayar nazar. Gadis kembang Desa tersebut Fitri Romadona Sita, yang baru saja menyandang gelar sarjana S1 jurusan akuntansi.

Diungkapkan Abu Hendar, mandi darah kerbau sebagai tradisi dalam keluarganya. Dimana setiap ada yang selesai menyandang gelar sarjana dimandikan darah kerbau.

Bahkan tradisi ini sejak bapaknya masih hidup dan kerbaunya pun milik sendiri. “Ini sudah generasi yang ke-7 kalinya mandi darah kerbau. Di mana sebelumnya tiga adiknya dan tiga anaknya dan sekarang anaknya yang bungsu mandi darah kerbau,” ungkapnya, Minggu (02/08/2020).

Dijelaskannya setelah kerbau itu dipotong dan darahnya langsung diambil, kemudian dimandikan kepada yang bersangkutan. “Ya ini kerbau milik sendiri dan membuat hajatan mengundang orang banyak,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Fitri Romadona Sita mengakui bahwa mandi dari ini merupakan tradisi dalam keluarga, setiap yang selesai kuliah atau menyandang gelar sarjana dimandikan dengan darah kerbau.

“Jujur saja saat dimandikan rasanya ingin muntah, karena tidak tahan dengan bauknya yang amis. Bukah hanya itu mata juga perih pada saat dimandikan dengan darah,” akunya. (*)