Polisi Tetapkan Status Tersangka Youtuber Edo Dwi Putra

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji menggelar jumpa pers penetapan tersangka youtuber Edo, Senin (3/8)

PALEMBANG, PALPOS.ID – Youtuber Edo Dwi Putra harus membayar mahal perbuatannya membuat konten video prank bungkusan daging kurban berisi sampah.

Polrestabes Palembang menaikan status Edo Putra bersama tiga temanya menjadi tersangka, Senin (03/08). Keempatnya adalah Edo Dwi Putra, Diky Firdaus dan kedua teman lainya yang masih buron yakni Hadi Jaya Karim, dan Istiqomah alias Ram Syaputra.

BACA JUGA :

”Polrestabes Palembang menangkap pelaku pembuat konten video yang menimbulkan adanya kegaduhan di tengah masyarakat. Hal ini dianggap hoaks atau prank yang ternyata isinya adalah sampah. Yang diupload pelaku pada hari Jumat atau bertepatan dengan hari raya Idul Adha,” kata Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol. Anom Setiadji dalam jumpa pers, Senin (03/08).

Adapun barang bukti yang disita dari kedua tersangka berupa dua buah hanfpone, satu simcard, akun media sosial milik Edo Dwi Putra yakni akun Google, WhatsApp, email, Instagram dan Yotube.

”Bukti lainya yaitu satu kaos warna hitam, biru kuning serta buku tabungan, jam tangan dan satu buah mikropon yang semuanya atas nama Edo Dwi Putra Official yang digunakan sebagai alat pembuatan konten video Youtube,” beber Anom.

Lanjut Anom, kasus ini masih dalam penyelidikan. Pihaknya akan terus melakukan  pengembangan terhadap kasus tersebut. Polisi terus akan memeriksa beberapa saksi yang terlibat dalam pembuatan video tersebut.

“Jadi video ini setingan, di mana korban merupakan keluarga pelaku. Sebelum membuat konten tersebut, pelaku sebelumnya sudah berkodinasi dengan korban untuk membuat video tersebut,” tutupnya.

Sementara,  Edo mengaku menyesal atas perbuatanya. “Saya sangat menyesal dengan perbuatan saya. Ke depanya saya tidak akan melakukanya lagi,” sesalnya.

Dirinyapun mengungkapkan video tersebut murni dari hasil pemikiranya sendiri.
“Pembuatan video tersebut merupakan ide saya sendiri dan tidak ada refrensi dari kasus youtuber sebelumnya yang juga membagikan sampah,” tambahnya sambil tertunduk malu.

“Seluruh video saya sejauh ini sudah menghasilkan sebesar Rp 5 juta, dan untuk video terahir ini saya belum tahu, sebab belum sempat saya cek. Saya terlebih dahulu ditangkap polisi,” jelasnya.

Keduanya dikenakan pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana dan atau pasal 27 ayat (1) jo pasal 45 ayat (1) UU RI No 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI No 11 Tahun 2008 tentang ITE, dengan ancaman penjara setinggi-tingginya 10 tahun penjara. (sro)