LAPORAN KHUSUS: BUTUH TINDAKAN TEGAS AGAR JERA

karikatur. foto: koer/Palpos.ID

Tekan Kasus 3C, Kapolda Sumsel Keluarkan Maklumat Larangan Bawa Sajam

KAPOLDA Sumsel, Irjen Pol Eko Indra Heri mengeluarkan maklumat : Mak/06/VII/2020 tentang larangan penyalagunaan senjata tajam (sajam) yang dikeluarkan pada Senin (27/07/2020).

Isi maklumat itu setiap orang dilarang dengan maksud untuk menjaga diri dan bukan dalam profesinya membawa senjata tajam, senjata pemukul, dan senjata lainnya yang dapat melukai, mencederai dan membahayakan orang lain, sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Darurat No 12/1951.

Langkah Kapolda ini bertitik tolak pada pengungkapan kasus 3C (Curas, Curat dan Curanmor) dan Tindak Pidana Narkoba di wilayah hukum Polda Sumsel dan Polres jajaran yang naik sejak 2 hingga 3 minggu terakhir pada Juli 2020.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Drs Supriadi MM mengatakan, dari catatan pihaknya selama 3 minggu terakhir, kasus 3C mencapai 38. Jumlah ini meningkat dibanding bulan sebelumnya  pada periode  yang sama. Tak hanya lanjut Supriadi,  maraknya kasus pembunuhan termasuk begal motor menggunakan sajam hingga k viral dan mengkhawatirkan Kamtibmas di kota Palembang.

“Termasuk juga 5 perkara pembunuhan diketahui menggunakan sajam jenis golok, pisau, pedang dan celurit, dalam hitungan hari yang terjadi dalam rentang Juli 2020 menjadi dasar maklumat Kapolda.

Dikatakan Supriadi, maklumat yang juga sesuai dengan UU No 12/1951, akan berlaku dalam beberapa waktu kedepan dan akan ditindaklanjuti dengan melakukan operasi khusus atau razia senjata tajam ke warga secara luas. Supriadi juga menegaskan, pihaknya akan berlaku tegas untuk memberantas tindak kriminal dengan menggunakan sajam agar timbuk efek jera.

Sedangkan dari pemantauan, sejak beberapa minggu terakhir pada Juli 2020, terjadi sejumlah tindak kriminal dengan menggunakan sajam. Diantaranya seorang kakek  10 cucu tewas Dihujani 27 tusukan. Pelaku Heriyadi alias Dedi (36) warga Jalan Kemas Rindo, Lorong Ogan Baru, Kertapati dan korbannya Junaidi (66), peristiwa Selasa (07/07/2020).

Selanjutnya penganiayaan menyabetkan celurit ke tangan, dilakukan Arfani (31) warga Jalan PSI Lautan, Lorong Kedukan, RT 12, Kelurahan 35 Ilir. Korbannya Muslim Ansori (48), warga yang sama, tewas pada Rabu (22/07/2020).

Lalu Rio Pambudi (25), warga Jalan Tanjung Buruk, Perumahan Griya Macan Lindungan, Kecamatan Ilir Barat I, tewas usai dikeroyok tetangganya sendiri. Petaka tersebut terjadi Minggu (19/07/2020) di samping rumah korban di Perumahan Griya Macan Lindungan.

Pelaku utamanya Kakak Beradik Oka Candra (27) dan Rizky Ananda alias Jack (22). Kedua warga tinggal di Jalan Tanjung Bubuk, Perum Griya Macan Lindungan Permata, RT 03/03, Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat I. Kemudian 5 petani kelapa tewas usai Dikeroyok.  Perkara keributan masih satu darah atau keluarga berakhir kematian dialami Sudirman (30).

Petani kelapa tinggal di Desa Tanjung Lubuk, Jalur 6, Kecamatan Muara Telang, Banyuasin, tewas usai dikeroyok sekitar empat orang pelaku.Tindak pengeroyokan dialami Sudirman, terjadi Selasa (21/07/2020) di Desa Tanjung Lubuk, Jalur 6.

Sulyaden SH, pengamat hukum mengatakan, maklumat Kapolda lebih memperkuat aparat kepolisian untuk melakukan penindakan terhadap masyarakat yang membawa Sajam dengan tujuan untuk melindungi diri atau bahkan untuk menyerang dan membunuh orang lain.

Sebenarnya persoalan sajam itu tidak bisa hanya diberantas dengan penegakan hukum semata, pemberantasannya harus komprehensip atau perlu juga ditopang dengan pembinaan mental, pembinaan kerohanian atau keagamaan, pembangunan perekonomian masyarakat atau upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan lain-lain.

Sedangkan masyarakat menyambut baik maklumat Kapolda Sumsel  karena hal ini dinyakini mampu mengurangi angka kriminalitas. “Sejauh ini angka kriminalitas snagatlah tinggi, sejak corona mewabah kian tinggi. Untuk itu, kami sangat setuju akan maklumat itu,” ujar Samsudi, salah seorang warga Kota Palembang.

Senada dikatakan Yusril Hamzah. Dirrinya sangat mendukung karena ini sejalan dengan KUHP yang juga sudah ditetapkan sejak lama. “Kita berharap, pihak kepolisian juga mengiringi dengan dilakukannya patroli, razia dan lainnya karena masyarakat butuh tindakan nyata tegas agar adanya efek jera,” harapnya.Namun demikian sambung Yusril, razia yang dilakukan jangan menjadi ajang meraup keuntungan bagi oknum. “Jangan diakhiri dengan mencari uang damai bagi oknum,” ucapnya. (den/uci/har)

Faktor Konflik hingga Kurang Percaya Diri

KEBIASAAN seseorang membawa senjata tajam (sajam) tentu disebabkan sejumlah faktor. Psikolog, Asiawatie Sulastri S Psi, M Psi mengatakan, pertama yang mungkin adalah keinginan untuk membalas dendam karena faktor konflik tertentu.

“Dengan membawa senjata tajam seseorang tersebut bisa menguasai lawan, dengan adanya senjata tajam ia bisa menguasai lawan. Selanjutnya  faktor kedua, bisa jadi karena kurang percaya diri dan nggak merasa nyaman,” jelasnya.

Ketika tidak membawa sajam keluar rumah lanjut Asiawatie maka orang tersebut kurang PD (percaya diri). “Nah dengan membawa sajam, bisa membuat dirinya merasa gagah menghadapi masuh sekalipun atau orang yang akan menyerang dirinya,” terangnya.

Kemudian faktor lainnya yakni gaya-gayaan, ketika membawa senjata tajam sambung wanita yang akrab disapa Asia ini, orang tesebut  merasa hebat dan bisa jadi dengan membawa senjata tajam untuk menjaga diri, karena jika keluar rumah atau berada di suatu tempat keberadaannya merasa terancam.

”Nah dengan adanya pisau tersebut, dia merasa nyaman dan aman.Padahal kan, itu tidak bisa dibenarkan. Aman menurut dia, tapi bahaya bagi orang lain. Tentunya penggunaan senjata tajam dalam menyelesaikan konflik semestinya harus dihindari, karena ini bukan suatu kebiasaan yang buruk. Nah kebiasaan yang buruk seperti ini harus dirubah,  percaya diri kalau keluar tanpa membawa sajam atau pisau. Kita harus mengubah mindset tersebut. (uci)

KOMENTAR MEREKA:

Nazili SH, Ketua Komisi I DPRD Palembang

Efektif dan Tegas

Nazili SH, Ketua Komisi I DPRD Palembang

SEBENARNYA soal larangan membawa senjata tajam (sajam), Pemkot Palembang sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) No 01/2003 tentang pengaturan operasional tempat hiburan pasal 8e.

Selain itu juga sudah Undang-undang Darurat No. 12/1951 yang juga mengatur tentang larangan membawa sajam. Artinya maklumat Kapolda Sumsel, memperkuat semua aturan tersebut.

Kita selaku dewan tentu mendukung apapun langkah Kapolda karena langkah tersebut untuk kebaikan. Namun yang terpenting di sini, adalah bagaimana semua regulasi termasuk maklumat itu diterapkan secara efektif dan tegas di lapangan.Goalnya adalah terciptanya keamanan dan  kenyamanan bagi masyarakat. (oby)

Sri Sulastri, Kriminolog

Diiringi Tindakan Sweeping

Sri Sulastri, Kriminolog

SEJAK pandemi, angka kemiskinan memang mengalami peningkatan. Kondisi ini pasti diiringi dengan angka kriminalitas, karena warga dituntut untuk melakukan tindakan kejahatan dengan alasan kebutuhan hidup.

Meskipun sejatinya, memang pelaku kejahatan itu merupakan pemain lama, namun hal ini sering terjadi disaat keterpurukan ekonomi yang sedang terjadi.

Maka itu, langkah Kapolda Sumsel menerbitkan maklumat, baiknya diiringi dengan sweeping sehingga memang adanya tindak lanjut dari maklumat yang dilakukan. Apalagi sanksi bagi pembawa sudah ada dan sudah jelas. Selain itu, pihak kepolisian harus tegas menindaklanjuti maklumat Kapolda Sumsel di lapangan. (har)

Iwansyah SH, Praktisi Hukum

Belum Cukup Efektif

Iwansyah SH, Praktisi Hukum

MENANGGAPI maklumat Kapolda Sumsel soal pelarangan membawa sajam, karena meningkatnya kasus pembawa sajam dan penganiayaan berat yang menyebabkan peningkatan kasus kematian akhir-akhir ini.

Perlu kita ketahui, maklumat tersebut merupakan bagian upaya untuk meminimalisir tindak kejahatan. Akan tetapi harus ada tindakan yang lebih kongkrit, sebagaimana masyarakat seharusnya diberikan edukasi terkait pelarangan membawa sajam dari tingkat RT sampai dengan kecamatan.

Kemudian bagaimana pihak kepolisian bisa memberi rasa aman terhadap masyarakt dengan cara berkoordonasi dengan pihak-pihak yang terkait untuk membuat program yang bisa mengurangi kejahatan. Bagaimanapun program yang terintegrasi dengan masyarakat, apalagi yang berkaitan dengan peran masyarakat, kalau hanya sebatas maklumat saja belum cukup efektif. (nov)