Tidak Jera Dipenjara, Residivis Narkoba Kembali Jual Sabu

Melky Guslow residivis pengedar narkoba berikut barang bukti saat diamankan di Mapolres Prabumulih, Kamis (06/08/2020). Foto: istimewa

PRABUMULIH, PALPOS.ID – Dua kali dipenjara, ternyata tidak membuat jera bagi Melky Guslow alias Melky Beruk (42). Terbukti, warga Jalan A Hamid Kelurahan Pasar I Kecamatan Prabumulih Utara Kota Prabumulih ini, kembali mengulangi perbuatannya mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu.

Akibat ulahnya, residivis ini kembali ditangkap tim opsnal Macan Putih Satresnarkoba Polres Prabumulih, di kediamannya, Rabu (05/08/2020), sekitar pukul 17.00 WIB. Darinya disita barang bukti 17 paket sabu 8,77 gram tersimpan dalam kotak kayu.

Penangkapan tersangka bermula informasi masuk ke Satresnarkoba Polres Prabumulih menyebutkan kerap terjadi transaksi narkoba di Jalan A Hamid Kelurahan Pasar.

Menindaklanjuti informasi itu, Tim Opsnal Macan Putih Satresnarkoba Polres Prabumulih melakukan penyelidikan. Hasilnya diketahui jika Melky Guslow yang bertransaksi, hingga dilakukan penggerebekan di rumah Melky. Melky sempat panik dan membuang kotak kayu di tangan kirinya dari lantai 2 rumahnya.

Polisi langsung menangkap Melky dan memerintahkannya mengambil dan membuka kotak tersebut. Saat dibuka, ternyata kotak berisi 17 paket sabu. Selanjutnya, tersangka dan barang bukti digelandang ke Mapolres Prabumulih.

Kapolres Prabumulih, AKBP I Wayan Sudarmaya SIK MH, melalui Kasatres Narkoba, AKP Zon Prama SH, membenarkan penangkapan tersebut. “Pelaku bernama Melky Guslow alias Melky Beruk, merupakan pemain lama yang sudah dua kali menjalani hukuman penjara dengan kasus yang sama,” ujar Zon Prama.

Karena perbuatan itu, kata Zon Prama, tersangka dijerat UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkoba. “Kita kenakan Pasal 114 ayat 1 dan Pasal 112 ayat 1, ancaman hukuman maksimal 20 tahun pidana penjara atau denda Rp10 miliar,” tegasnya.

Masih kata Zon Prama, dari hasil pemeriksaan tersangka mengaku nekat kembali menggeluti dunia narkoba lantaran tidak memiliki pekerjaan. “Pelaku ngakunya tidak punya pekerjaan, karena itu saat ditawari temannya menjual narkoba ia tergoda lagi,” ungkapnya. (wan)