SMKN 3 Lubuklinggau Maksimalkan Program Inovasi Sekolah

Salah satu hasil karya siswa-siswi SMK Negeri 3 Lubuklinggau. Foto: istimewa

LUBUKLINGGAU, PALPOS.ID – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Lubuklinggau terus berusaha memaksimalkan program inovasi sekolah.

”Itu dilakukan agar lahir generasi-generasi masa depan yang memiliki kompetensi di bidangnya, jiwa kreativitas dan inovatif,” kata Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN 3 Lubuklinggau, SMKN 3 Lubuklinggau, DR Donni Pestalozi MPd, kepada Palpos.ID, Selasa (18/08/2020).

DR Donni Pestalozi MPd, Kepala SMK Negeri 3 Lubuklinggau

Karena itu menurutnya, selaku kepsek dia selalu mendorong warga sekolah baik itu guru, ketua jurusan dan terutama siswa agar mereka tertantang untuk meningkatkan daya inovasi sekolah. Dengan begitu diharapkan mereka tidak hanya mampu bekerja/terserap di instansi-instansi pemerintah, mengandalkan diri dengan lapangan pekerjaan yang ada.

“Tetapi kalau bisa mereka juga mampu menciptakan lapangan kerja itu sendiri,” ujar Donni.

Dikatakan Donni, meski baru genap dua tahun dirinya memimpin SMKN 3, namun dia bersyukur melihat semangat siswa dan juga tim tenaga pendidik di SMKN 3 begitu kuat untuk melakukan inovasi, dari hal kecil dan sederhana.

Namun inovasi yang dilakukan siswa dan guru di SMKN 3 Lubuklinggau secara bertahap dan berkesinambungan. “Kami sudah ada beberapa contoh inovasi yang diciptakan,” katanya.

Seperti pada masa awal pandemi Covid-19, SMKN 3 Lubuklinggau berperan aktif membantu pencegahan penyebaran Covid-19. Salah satunya dengan menciptakan bilik desinfektan dan ini murni ide dari para siswa sendiri.

“Memang banyak yang menciptakan bilik desinfektan, tetapi karya siswa SMKN3 dilengkapi dengan sensor imfra merah,” katanya.

Inovasi ini memang sederhana, tetapi dia dan guru-guru SMKN 3 bangga karena Bilik Steril sensor imfra merah, merupakan ide dari siswa sendiri.

“Jadi siswa itu melakukan dan belajar dari pengalaman kemudian berkembang sendiri kedepannya,” tutur Donni.

Bilik Steril Sensor Infra Merah karya anak SMKN 3 ini, dijelaskan Donni, telah diserahkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau melalui Dinas Kesehatan.  “Jadi biliknya dimanfaatkan di Rumah Sehat Silampari Hakmaz Tabah,” terangnya.

Selain itu, lanjut Donni, SMKN 3 juga  menciptakan kursi dari limbah drum dan ban. Ada juga kotak sampah otomatis berbasis arduino.

“SMKN 3 juga memnerikan sentuhan inovatif pada perpustakaan sekolah dengan membuat pohon baca dan kereta baca, berkat inovatif ini perpustakaan kita juara tiga tingkat provinsi,” pungkasnya. (*)