Pengurus Cabor di Pagaralam Minta Diperhatikan, Selesaikan Secara Internal 

Pengurus Pengcab memberikan keterangan dalam jumpa pers dengan awak media, Sabtu (22/08/2020). Foto: istimewa

PAGARALAM, PALPOS.ID – Sejumlah Pengcab Olahraga tergabung dalam Kepengurusan KONI Kota Pagaralam, meminta untuk lebih memperhatikan Pengcab dan para atlet.

Sejumlah persoalan, baik menyangkut jalannya roda organisasi dan pergantian kepengurusan dinilai pengurus-pengurus cabang (Pengcab) Cabor tidak jelas dan juga sudah berjalan satu tahun kepengurusan belum dilantik.

Itu terungkap dalam jumpa pers, di Warung Dusun Pagar Banyu, Kecamatan Pagaralam Utara, belum lama ini. Jurubicara 14 Pengurus Cabor Kota Pagaralam, Azhari Toni mengatakan, sudah membuat surat kepada Pengurus KONI Sumsel untuk menyelesaikan persoalan ini, supaya olahraga di Pagaralam lebih maju lagi. “Sejauh ini sekitar 14 Pengcab pengurus dari 24 Cabor sudah menyatakan sikap,” katanya.

Menurut Azhari Toni, yang juga Ketua Cabor FORKI Kota Pagaralam, setidaknya ada 14 Pengcab Cabor dari 24 Pengcab, meskipun yang hadir ada sekitar 10 Pengcab.

Sementara, Wakil Sekretaris, Minang Apri Wijaya SE mengatakan, hanya masalah internal, dan apa yang dikeluhkan tertulis tidak pernah sampai suratnya ke pengurus KONI Pagaralam, akan tetapi ditujukan langsung ke Walikota Pagaralam dan KONI Sumsel.

“Kami tidak pernah menerima surat keluhan tersebut, karena tidak ditujukan kepada KONI Pagaralam, tapi langsung kepada Walikota dan KONI Sumsel,” ujarnya.

Dia mengatakan, Kepengurusan KONI Pagaralam sudah dipanggil KONI Sumsel dan menyarankan menyelesaikan secara Internal. “Bahkan KONI  Provinsi Sumsel menilai tuntutan yang masih normatif dalam sebuah organisasi, dari itulah pengurus KONI Pagaralam akan mengusahakan perbaikan seperti yang diharapkan. Ini dinamika organisasi, dan sesegera mungkin melakukan konsolidasi internal,” tambahnya.

Kemudian soal klaim jumlahnya 16 Cabor dan sebagainya, masih belum bisa dipertanggungjawabkan penuh, seiring ada beberapa Cabor itu tidak lengkap secara administrasi untuk ikut serta dalam tuntutan alias tidak punya hak suara. “Misalnya ada SK ‘mati’ dan ada juga Cabor belum terdaftar di bawah KONI Pagaralam karena baru terbentuk. Tentu akan kami cek lebih lanjut pemilik suara tersebut,” kata Minang. (faj)