Desa Air Mayan Budayakan Kembali Tradisi Gotong-royong

Masyarakat saat bergotong-royong membersihkan jalan, Minggu (13/09/2020). Foto: istimewa

EMPAT LAWANG, PALPOS.ID – Gotong-royong merupakan budaya masyarakat Indonesia dalam melakukan pekerjaan yang menyangkut kepentingan umum.

Begitu juga di Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker) Kabupaten Empat Lawang, gotong-royong sudah menjadi tradisi sejak nenek moyangnya. Namum seiring perkembangan zaman, budaya tersebut mulai luntur. Budaya tersebut sepertinya tetap dipelihara di Desa Air Mayan, Kecamatan Paiker.

Buktinya dapat dilihat dari kegiatan agenda kepala desa (kades) Air Mayan Darmawan Arsyad bersama masyarakat, perangkat dan anggota BPD jumlahnya 25 orang secara gotong-royong memotong rumput (meribas).

Sebab, rumput itu mulai mengurangi jarak pandang pengguna jalan, khususnya kendaraan bermotor dan menutupi sebagian jalan di Desa Air Mayan, mulai dari ujung Desa Talang Randai sampai Desa Air Kelisar (Ulu Musi). Meribas menggunakan mesin pemotong rumput sebanyak 15 buah.

Gotong-royong dilaksanakan secara swadaya. Kedepannya kades Air Mayan memprogramkan untuk menanam bunga hias disepanjang jalan tersebut sehingga tampak lebih indah dan produktif. Jangan sampai hanya menjadi lahan tidur.

“Kegiatan gotong-royong seperti ini akan kita budayakan lagi di masyarakat, sebab selain membuat setiap kegiatan menjadi lebih ringan juga silaturahmi antar warga akan lebih baik,” kata Darmawan, Minggu (13/09/2020).

Sementara, Noperman Subhi, Camat Paiker, menyambut baik program yang digagas kades Air Mayan yang membangkitkan gotong-royong di Paiker. Dan semoga dapat diikuti kades-kades yang lain dalam hal apapun, terutama untuk kepentingan kita bersama.

“Semoga program kemasyarakatan seperti ini bisa terus berjalan dan bisa juga untuk dicontoh oleh desa-desa yang lainnya,” ucapnya, Minggu (13/09/2020). (pad)