Pemkot Bakal Agendakan Event Festival Kopi 

Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni mencicipi kopi buatan barista di sela penyerahan bantuan sarana pengembangan kopi dari Pemerintah Pusat, Senin (14/09/2020). Foto: efvhan/Palpos.ID

PAGARALAM, PALPOS.ID – Pengembangan usaha kopi di Kota Pagaralam jadi perhatian serius Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni SH.

Saat ini, dirinya mengapresiasi kalangan petani kopi yang sudah melirik bubuk kopi kemasan berlabel kopi premium. Tidak hanya itu, Wako Alpian juga bangga mulai menjamurnya kedai-kedai kopi di Kota Pagaralam. Tak sedikit barista atau penyaji ragam menu kopi adalah anak-anak muda.

“Pagaralam memiliki potensi besar pengembangan. Agendanya tahun depan, judulnya festival kopi. Event berkelas nasional,” ujar Kak Pian saat peletakan batu pertama pembangunan rumah produksi kopi di Kelurahan Candi Jaya, Kecamatan Dempo Tengah belum lama ini.

Menyikapi adanya rencana Walikota, Rio salahsatu pegiat kopi justru sangat setuju. “Kita sangat mengharapkan jika Kota Pagaralam ada event tahunan seperti festival kopi. Di event tersebut Pemkot Pagaralam memfaslitasinya, sehingga petani atau pebisnis kopi bubuk tidak sekadar bisa mempromosikan kopi. Melainkan juga momen tersebut menjadi ajang pelaku  usaha kopi bertemu dengan buyer (pembeli,red),” paparnya.

Senada disampaikan Indra, ‘pemain’ kopi mulai dari greenbin dan bubuk ini juga sangat mengharapkan petani ataupun pelaku industri kecil kopi ada solusi untuk pemasaran kopi.

“Saat ini kita sedang membuat forum komunitas kopi melibatkan pegiat kopi, baik itu petani sekaligus pelaku industri bubuk kopi kemasan. Wadah ini sebagai tempat belajar mengenai industri kopi, mulai dari hulu ke hilirnya sekaligus bersama-sama mencari solusi mempromosikan serta mencari peluang pasar kopi,” ujarnya.

Ditambahkan Plt Kepala DPKPP Kota Pagaralam, David Kenedy ST MM, didampingi Kabid Kawasan Pemukiman, Deni Novy Herly ST MT melalui Kasi Perencanaan, Titi Merianti ST, untuk mengembangkan sektor usaha kopi, pihaknya juga mencari peluang dengan mencari celah menggelontorkan bantuan dari Pusat.

“Salahsatu realisasinya, pembangunan rumah produksi. Melalui dinas, kelompok penerima bantuan ini juga akan dilengkapi lagi dengan peralatan usaha kopi bubuk. Diantaranya mesin penggiling biji kopi, mesin roasting, mesin bubuk, hingga alat kemasan,” pungkasnya. (faj)