Sepekan Terakhir, Daya Beli Masyarakat Menurun 

Sejak sepekan terakhir ini, daya beli masyarakat mengalami penurunan dan kondisi ini cukup dikeluhkan para pedagang serta pelaku usaha di Pagaralam. Foto: efvhan/Palpos.ID

PAGARALAM, PALPOS.ID – Kondisi pandemi Covid-19 yang masih terjadi saat ini, semakin menguras pendapatan dan daya beli masyarakat. Bahkan tidak sedikit pula pedagang mengakui, sepinya pembeli selama pandemi ini.

Seperti dialami Ernawati, pemilik Kios Sembako berada di areal Pasar Terminal Nendagung mengakui, bahwa dalam sepekan terakhir ini, daya beli masyarakat Pagaralam buat pemenuhan bahan pokok dan kebutuhan lainnya sedikit menurun.

“Kita akui dalam kurun waktu sepekan terakhir, untuk daya beli masyarakat Pagaralam di dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok sedikit menurun. Lebih lagi ketika masuk di bulan September 2020 ini, malah semakin terlihat sepi,” keluhnya, Senin (14/09/2020).

Menurut Ernawati, sejak Covid-19 melanda perputaran ekonomi cenderung melambat, hanya di bulan Agustus 2020 lalu saja yang sempat meningkat. Tetapi sekarang ini tidak sedikit pedagang makanan yang biasa membeli bahan baku panganan di Toko Sembako di sini, buat sementara waktu untuk tidak berjualan dan memilih pergi ke kebun atau upahan. “Jualan kan tidak boleh di Sekolah-sekolah, karena setahu saya kendati anak-anak itu sudah mulai masuk bersekolah, tapi diimbau untuk membawa bekal dari rumah,” paparnya.

Hal senada dikeluhkan Erjon, salah seorang pemilik Kios Sembako di Pasar Masjid Raya mengatakan, dalam seminggu terakhir ini diakui adanya penurunan daya beli masyarakat yang cukup tajam.

“Sebenarnya tidak hanya Minggu ini saja, akan tetapi sejak beberapa bulan lalu, begitu Covid-19 melanda daya beli masyarakat itu sudah menurun. Hanya saja kami selaku pedagang cukup memaklumi, yang namanya orang dagang, tentu adakalanya sepi dan kadang ramai, meski tidak seramai seperti sebelumnya, tapi kita tetap bertahan, kita tentu berharap situasi ini, bisa segera berakhir dan tingkat perekonomian masyarakat bisa pulih kembali,” harapnya.

Dari kejadian ini, yang bisa dilakukan adalah jaring pengaman sosial, yakni yang bersifat suatu bantuan, untuk meringankan beban perekonomian, khususnya untuk masyarakat berada di bawah garis kemiskinan. (faj)