Diduga Dendam, Bujang Tuna Wicara Nekat Tusuk Kakak Ipar hingga Tewas

Tersangka Ujang digiring penyidik menuju sel tahanan Polres Lubuklinggau, Selasa (15/09/2020). Foto: maryati/Palpos.ID

LUBUKLINGGAU, Palpos.Id – Bujangan tuna wicara bernama Ujang (60), warga Jalan Garuda, Kelurahan Lubuk Aman, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kota Lubuklinggau nekat menusuk saudara iparnya Sahri (63), warga yang sama.

Akibatnya korban tewas dengan luka tusuk di pinggang bagian kanan. Penusukan itu terjadi di Depan toko Serly Kosmetik, Jalan Sudirman,  Sabtu (12/09/2020), sekitar pukul 07.00 WIB.

Dua hari pasca kejadian tepatnya Senin (14/09/2020), selitar pukul 23.00 WIB, tersangka berhasil diamankan di tempat persembunyiannya di Desa Tanjung Sanai, Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong-Bengkulu.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Mustofa, melalui Kasatreskrim AKP Alex Andrian menjelaskan motif tersangka yang tega menusuk iparnya sendiri diduga dendam.

“Beberapa hari sebelum kejadian antara korban dan tersangka sempat bertengkar karena masalah internal keluarga, tersangka saat itu sempat dipukul korban,” ungkap Alex, Selasa (15/09/2020).

Pada hari H lanjutnya, tersangka bertemu korban di TKP (Tempat Kejadian Perkara). Diduga dendam tersangka kemudian diam-diam menusuk korban dari belakang. “Tersangka menusuk korban satu kali di  bagian atas pinggang sebelah kanan,” ujarnya.

Usai menusuk korban tersangka langsung kabur. Sementara korban dengan bantuan warga dibawa ke Rumah Sakit (RS) dr Sobirin. “Korban sempat dirawat inap sehari di RS, keesokan harinya korban pulang dan melanjutan perawatan jalan di rumahnya,” katanya.

Tetapi Senin (14/09/2020), sekitar pukul 15.41 WIB, kondisinkorban yang sempat membaik tiba-tiba drop dan korban menghembuskan nafas terakhirnya.

“Kasus ini baru dilaporkan keluarganya Senin, pada hari yang sama kita langsung melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan tersangka tanpa perlawanan di kediamannya Desa Tanjung Sanai,” jelas Alex.

Sementara itu, tersangka yang tuna wicara ternyata cukup pro aktif ketika coba diajak berkomunikasi dengan bahasa isyarat seadanya (tidak baku).

“Saya tusuk dia karena dia mengambil uang saya Rp750 ribu,” aku tersangka dengan bahasa isyarat tangannya. (*)