Kabupaten Lahat Masih Zona Merah, Warga Demo BLT

Unjuk rasa yang dilakukan Formas asal Desa Sukajadi Kecamatan Pseksu, Selasa (15/09/2020). Foto: arif/Palpos.ID

LAHAT, Palpos.Id – Walau Kabupaten Lahat masih dalam zona merah Covid-19 tak menghalangi warga melakukan aksi demokrasi.

Puluhan warga mengatasnamakan Forum Masyarakat Sukajadi (Formas), asal Desa Sukajadi, Kecamatan Pseksu, Kabupaten Lahat, Selasa (15/09/2020), sekitar pukul 09.15 WIB, nekat melakukan aksi di halaman DPRD Lahat. Mereka merasa mekanisme alokasi dana Bantuan Langsung Tunai (BLT), tidak adil.

Koordinator Aksi, Armando mengklaim, BLT yang diterima masyarakat Sukajadi tersalurkan tidak transfaran. Dari total 428 Kepala Keluarga, hanya 10 kepala keluarga yang menerimanya.

“Saat pendataan ada 50 KK yang berhak menerima bantuan BLT, kemana sisa jatah 40 KK lagi itu,” kata Armando.

Keluhan warga akhirnya ditanggapi oleh Ketua Komisi 1 DPRD Lahat, Nizaruddin SH. Ia menilai, permasalahan ini baru mencuat, ketika dana BLT tahap ke 6 selesai dibagikan kepada 10 warga penerimanya. Ditambah menurut pengakuan warga, sisa dana desa (DD) tinggal 15 persen lagi. Apabila memungkinkan, solusinya bisa dialokasikan di program padat karya tunai.

“Panggil Kades, minta klarifikasinya berapa lagi sisa dana desa, cari solusinya agar persoalan ini tidak menjadi konflik berkepanjangan. Sebenarnga itu tinggal kebijakan dari kades,” tegas Nizaruddin.

Sementara, Kabid Otdes dan Aset Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Lahat, Yanuarsyah menyatakan, untuk kasus Desa Sukajadi ini baru pertama kali terjadi di Kabupaten Lahat. Biasanya, hal-hal serupa bergejolak saat pembagian tahap satu atau dua.

“Desa lain baru tahap berapa, ini malah pembagian BLT tahap ke enam telah selesai. Kami akan berkoordinasi dulu dengan DPMD Provinsi, apakah masih bisa memungkinkan diberikan bantuan atau tidak,” terangnya. (*)