Masih Sosialisasi, Masyarakat Tidak Pakai Masker Cuma Dihukum Push-Up dan Nyanyi

Razia penggunaan masker di Jalan GHA Bastari Jakabaring Palembang, Selasa (15/09/2020). Foto: mizon/Palpos.ID

PALEMBANG, PALPOS.ID – Jajaran Polrestabes Palembang dalam hal ini Tim Hunter Carlie Sat Sabhara, kembali menggelar razia penggunaan masker bagi masyarakat dan pengendara di Kota Palembang.

Dalam razia yang digelar di kawasan Jalan GHA Bastari Jakabaring Palembang, Selasa (15/09/2020) pagi, masih banyak pengendara yang tidak memakai masker dan terpaksa diberi hukuman push up dan menyanyikan lagi Indonesia Raya.

Kasatsabhara Polrestabes Palembang, AKBP Sony Trianto, melalui Danru Carlie 1 Ipda Rudi mengatakan, dalam sosialisasi hari ini masih banyak masyarakat yang belum mematuhi protokol kesehatan dengan tidak memakai masker saat beraktifitas di luar rumah.

“Hari ini kita masih lakukan sosialisasi, jadi sanksinya masih sebatas push up dan menyanyikan lagu Indonesia Raya,” jelasnya, Selasa (15/09/2020).

Namun tegasnya, jika penerapan wajib menggunakan masker telah resmi diberlakukan pada Rabu 16 September 2020 nanti, maka masyarakat yang kedapatan tidak makai masker akan didenda sesuai Perwali yakni Rp200 hingga Rp500 ribu. “Jadi tidak ada alasan lagi bagi masyarakat, karena sosialisasi sudah dilakukan,” ucapnya.

Sementara, Abu (35) pengemudi truk tanah yang kedapatan tidak memakai masker, mengaku belum mengetahui adanya peraturan tentang penggunaan masker.

“Saya belum tau kalau di Palembang diberlakukan wajib menggunakan masker, nanti saya akan beli masker,” katanya usai mendapat hukuman push up.

Senada dikatakan Ruslan (21), dia lupa memakai masker karena buru-buru hendak menjemput keluarganya di Pasar Jakabaring. “Aku punyo masker, tapi tinggal di rumah. Mulai besok aku pakai terus, sayang kalau sampai didenda ratusan ribu hanya gara-gara tidak pakai masker,” ucapnya. (zon)