Terjarig Razia Masker, Delapan Warga Disanksi Denda dan Kerja Sosial

Warga yang tidak mengenakan masker menjalani sidang yustisi tindak pidana ringan di PTM Prabumulih, Senin (14/09/2020). Foto: prabu/Palpos.ID

PRABUMULIH, PALPOS.ID – Mencegah penyebaran covid-19, Pemkot Prabumulih menerbitkan Perwako nomor 70 tahun 2020 tentang sanksi disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan, yang telah ditandatangani walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM, Jumat (11/09/2020) yang lalu.

Pasca diterbitkannya Perwako, jajaran Pemkot Prabumulih langsung bergerak dengan menggelar razia masker alias pelanggar prokes, dilanjutkan sidang yustisi tindak pidana ringan dengan menggandeng Kejari dan Pengadilan Negeri, di Pasar Tradisional Modern (PTM), Senin (14/09/2020).

Saat razia, petugas gabungan dari Satpol PP, Dinas Kesehatan, dibackup Polres menjaring 8 warga (2 wanita dan 6 pria,red) tidak mengenakan masker. Warga itu langsung sidang ditempat yang dipimpin hakim tunggal dan jaksa penuntut umum.

Delapan warga itupun dijatuhi vonis berbeda-beda, yakni mulai dari sanksi administrasi, sanksi denda Rp50 ribu dan sanksi kerja sosial membersihkan tempat umum.

Dalam persidangan, salah satu pelanggar sempat menolak sanksi kerja sosial dijatuhi majelis hakim, lantaran dirinya tidak merasa batuk seperti dikatakan hakim dalam persidangan itu.

Kasat Pol PP Kota Prabumulih, Hartono mengatakan, razia dan sidang yustisi merupakan tindaklanjut dari Perwako. “Ini sebagai contoh bahwa kita akan melaksanakan penegakan perwako tadi,” ujar Hartono.

Disinggung apakah Perwako sudah disosialisasikan atau belum? Hartono menuturkan, sidang yustisi dilakukan sebagai bentuk edukasi dan syok terapi bagi masyarakat melanggar perwako tersebut.

Dijelaskan Hartono, sanksi denda diberikan kepada pelanggar, uangnya disetorkan ke kas daerah sebagai pendapatan daerah. “Masuk menjadi pendapatan daerah,” pungkasnya.

Sementara Solihin, salahsatu warga terjaring razia mengaku belum mengetahui jika perwako tentang penegakan disiplin sudah berlaku. “Selama inikan sosialisasi penggunaan masker, kami tidak tahu kalau ada sosialisasi perwako penegakan disiplin,” ucapnya.

Senada diakui warga lainnya, mengatakan belum mengetahui jika perwako tentang sanksi disiplin dan penegakan hukum prokes sudah berlaku. “Dak tahu kami pak kalau sudah berlaku, kami belum lihat pengumuman atau balihonyo,” kata salahseorang warga yang enggan menyebutkan namanya ini. (wan)