Jamin Ketersediaan Pangan, Sekda OKU Launching TTIC

Sekda OKU saat melauncing TTIC di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan OKU, Selasa (15/09/2020). Foto: eko/Palpos.ID

BATURAJA, PALPOS.ID – Sekda Kabupaten OKU, H Achmad Tarmizi, secara resmi melaunching Toko Tani Indonesia Center (TTIC) Kab OKU di Halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan setempat, Selasa (15/09/2020).

Sekda mengatakan, ketersedian pangan yang cukup, aman dan bermutu merupakan prasyarat utama harus dipenuhi pemerintah dalam mencakupi kebutuhan pangan bagi masyarakat. Oleh karena itu, tidak dapat dipungkiri pangan sangat krusial bagi kehidupan manusia.

Dia menilai, kenaikan harga pangan kebutuhan pangan pokok setiap tahunnya terjadi, menjadi masalah rutin bagi masyarakat dan pemerintah.

“Kenaikan harga pangan akan berpengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat (akses pangan), yang dapat berdampak terhadap situasi dan kondisi ketahanan pangan rumah tangga serta individu,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan OKU Supriono menjelaskan, pihaknya melakukan terobosan untuk solusi permanen dalam rangka stabilisasi harga pangan melalui penumbuhan TTI dengan tujuan menyerap produk pertanian, memperpendek rantai distribusi pemasaran dan memberikan kemudahan akses pangan konsumen atau masyarakat.

Tahun ini, merupakan tahap awal penumbuhan TTI sebagai pilot project dengan sasaran 16 Gapoktan yang ada di Kab OKU. “Diharapkan agar TTIC dilakukan secara berkelanjutan serta bersinergi dengan kegiatan operasi pasar yang dilakukan oleh Bulog dalam kegiatan pasar murah,” tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel Taufik Gunawan mengatakan, melalui Nasratul Auda mengatakan pihaknya mengakomodir Kelompok Tani (Gapoktan) yang ada di Sumsel. Seperti, Kabupaten Banyuasin, OI, OKI, OKU Timur, Mura, Lubuklinggau dan Lahat.

Lebih lanjut dia mengatakan saat ini sudah terbentuk 7 TTIC di Sumsel. Adapun produk yang dijual memang hasil dari Gapoktan yang ada di Sumsel.

Dijelaskannya juga, dengan adanya pemasaran beras dari Gapoktan selaku produsen langsung ke pasar tingkat kosumen di Sumsel ini, untuk membantu menstabilkan harga, produsen dapat menikmati harga layak dan konsumen membeli dengan harga yang lebih murah. (eco)