Gaji PHL Sarjana Pemkot Prabumulih Rp400 ribu Perbulan

H Alfa Sujatmiko, Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Prabumulih. Foto: istimewa

PRABUMULIH, PALPOS.ID – Rendahnya gaji diterima Pegawai Harian Lepas (PHL) di lingkungan Pemkot Prabumulih yakni sebesar Rp325 ribu bagi tamatan SMA, dan Rp400 ribu bagi tamatan S1 (sarjana), mendapat sorotan dari anggota DPRD Kota Prabumulih, H Alfa Sujatmiko SH.

Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP) DPRD Kota Prabumulih ini mengatakan, fraksi yang ia pimpin akan memperjuangkan nasib PHL di lingkungan Pemkot Prabumulih yang saat ini penghasilannya alias gaji perbulannya masih sangat rendah.

“Kami (fraksi-PDIP) banyak menerima keluhan dari PHL terkait kesejahteraan (gaji) yang sangat rendah. Sebagai wakil rakyat yang berasal dari partai wong cilik, tentu kami Fraksi PDIP akan memperjuangkan nasib mereka,” ujar politisi milenial ini.

Dikatakan Alfa, dengan gaji sangat rendah tersebut sangat sulit bagi PHL mencukupi kebutuhan keluarganya. “Jangankan kesejahteraan, untuk ongkos pergi kerja saja tidak cukup, padahal kerja mereka hampir sama dengan PNS (pegawai negeri sipil) kerja sampai sore,” ungkapnya, Rabu (16/09/2020).

Kondisi tersebut sambung Alfa diperparah lagi dengan sering terlambatnya pembayaran gaji PHL. “Sudah kecil pembayarannya sering tertunda. Informasi yang kami dapat terkadang dibayarkan per 3 bulan sekali,” ucapnya.

Dijelaskan Alfa, F-PDIP telah melakukan diskusi internal terkait besaran kenaikan gaji bagi PHL tersebut. “Saya sudah bicarakan dengan seluruh anggota Fraksi PDIP, tentang besaran kenaikan gaji yang akan diajukan yaitu untuk SMA menjadi Rp1,1 juta, kemudian untuk tamatan S1 menjadi Rp1,5 juta,” bebernya.

Terkait itu, Alfa berharap pemerintah juga memikirkan nasib PHL dengan menganggarkan kenaikan gaji mereka. “Sejahterakanlah mereka, jadikan ini sebagai prioritas, karena ini juga akan berpengaruh terhadap kinerja dan kualitas SDM,” tuturnya.

Masih kata pria bertubuh tinggi ini, pihaknya berharap dukungan dari PHL dan keluarga serta masyarakat dalam memperjuangkan nasib PHL. “Kami akan berjuang semaksimal mungkin, kami memohon doa dan dukungannya agar apa yang menjadi perjuangan ini dapat terwujud,” pungkasnya. (wan)