Pilkada, 27 TPS di Kabupaten OKU Dinilai Rawan

Ilustrasi. Foto: istimewa/net

BATURAJA, PALPOS.ID – Polres OKU akan menugaskan 422 personel untuk mengamankan Pilkada OKU pada Desember mendatang. Jumlah tersebut akan ditambah 100 personel Polda Sumsel untuk pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan personel Kodim 0403 OKU.

“Selain itu, untuk pengamanan Pilkada kali ini, polisi membagi wilayah dalam empat zonasi penugasan,” kata Kapolres OKU AKBP Arif H Ritonga SIK MH, saat dibincangi wartawan, Rabu (16/09/2020).

Arif mengakui, pengamanan pilkada tahun ini jauh berbeda dengan pengamanan pilkada sebelumnya. “Karena saat ini sedang pandemi Covid-19,” ujar Arif.

Ia menambahkan, ada 27 TPS yang yang masuk kategori rawan. Namun, terangnya, rawan yang ia maksud bukan rawan kriminalitas, melainkan karena faktor geografi. “27 TPS tersebut terletak agak jauh, bisa menempuh perjalanan 2-3 jam menggunakan sepeda motor. Bila hujan, jalan jadi licin sehingga susah untuk mencapai TPS tersebut,” ungkapnya.

Pada akhir pekan kemarin kata dia, Polres OKU menggelar simulasi pengamanan pilkada. Dalam simulasi tersebut, ketetapan KPU OKU diskenariokan ditolak salah satu pasangan kandidat dan pendukungnya.

Aksi protes yang awalnya berlangsung damai berubah ricuh. Kantor KPU OKU pun diserang massa. Simulasi ini juga dihadiri Bupati OKU Drs H Kuryana Azis, Wakil Bupati OKU Drs Johan Anuar SH MM, Dandim 0403 OKU Letkol Inf Tan Kurniawan, serta perwira Polres OKU.

Anggota Polres OKU dibantu TNI yang mengamankan kantor KPU tak luput dari amuk massa. Petugas mengimbau massa untuk menempuh jalur hukum jika tak puas dengan keputusan KPU OKU. Namun massa sama sekali tak peduli.

Melihat situasi yang semakin tak terkendali, beberapa pendemo yang diduga sebagai provokator berhasil ditangkap. Berkat kerjasama yang baik akhirnya pendemo berhasil dipukul mundur petugas gabungan dan situasi kembali normal. (eco)