Enam Kali Maling Motor di Rusun, Dua Pengangguran Ditangkap

Kedua tersangka saat dirilis Unit Ranmor Polreatabes Palembang, Jumat, (18/09/2020). Foto: mizon/Palpos.ID

PALEMBANG, PALPOS.ID – Duo pencuri sepeda motor yang kerap beraksi di seputaran Rusun Palembang, akhirnya berhasil diringkus Unit Ranmor Satreskrim Polrestabes Palembang.

Mereka adalah M Weni (25), warga Rusun Blok 9 lantai 3, Kelurahan 23 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I, dan Rahmat Bastari (25), warga Rusun Blok 52, Kelurahan 26 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I Palembang.

Keduanya ditangkap, Kamis (17/09/2020), sekitar pukul 20.30 WIB. Pertama polisi menangkap tersangka Weni saat nongkrong tak jauh dari rumahnha. Dari nyanyian Weni, lalu anggota Unit Ranmor menggerebek kediaman tersangka Rahmat, namun tersangka sempat berusaha melarikan diri, tapi polisi dengan sigap berhasil meringkusnya.

Keduanya langsung digiring ke Polrestabes Palembang, untuk diproses hukum lebih lanjut. Dalam aksinya yang terakhir, Senin (08/06/2020), sekitar pukul 17.30 WIB. Kedua pelaku menggasak sepeda motor Honda Beat BG 2150 AFG, milik korban Gunawan (42), yang sedang terparkir di Rusun Blok 6.

“Benar keduanya merupakan TO kita dan saat keberadaan berhasil kita endus, langsung kita sergap,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono didampingi Kanit Ranmor, Iptu Novel, Jumat (18/09/2020), saat mengelar perkara dua tersangka.

Kata Nuryono, saat ini kasusnya masih dikembangkan, untuk mencari tersangka lain. “Diduga masih ada tersangka lain. Namanya sudah kita kantongi dan akan kita kejar,” tegasnya.

Selain meringkus kedua tersangka, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa celana dan baju yang dibeli dari hasil menjualan motor curian. “Atas ulahnya, kedua tersangka akan dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman kurungan penjara di atas 5 tahun,” tegasnya.

Dihadapan polisi, kedua tersangka mengakui semua perbuatannya, karena tidak ada pekerjaan alias nganggur. “Iya Pak, kami sudah enam kali maling motor di Rusun. Semua motor curian kami jual di kawasan boom baru, dan uangnya kami belikan sabu sama pakaian. Kami terpaksa melakukannya karena nganggur,” kata kedua tersangka. (zon)