Inventarisasi dan Identifikasi Lahan Terimbas Tol Belum Tuntas

Satria Karsa, Plt Camat RKT. Foto: istimewa

PRABUMULIH, PALPOS.ID – Hingga pertengahan September 2020 ini, inventarisasi dan identifikasi pembebasan tanah di kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) Kota Prabumulih yang terkena proyek pembangunan Jalan Tol Simpang Indralaya – Muara Enim masih terus berjalan.

Dari 7 Desa yang terkena pembebasan lahan tersebut, tersisa satu desa yang belum menerima pengumuman hasil inventarisasi dan identifikasi tersebut.

“Tinggal Desa Jungai yang belum menerima pengumuman hasil inventarisasi dan identifikasi. Untuk Desa lain seperti Desa karangan, Karang Bindu, Talang batu, Karya Mulia dan kelurahan Tanjung rambang dan Rambang Senuling sudah lebih dulu menerima hasil inventarisasi dan identifikasi,” ujar Plt Camat Kecamatan RKT, Satria Karsa SE, kepada wartawan, Jumat (18/09/2020).

Dikatakannya, bagi masyarakat yang telah menerima hasil inventarisasi tanam tumbuh diberikan waktu 14 hari sejak diumumkan apabila hendak mengajukan keberatan atas hasil inventarisasi dan identifikasi tersebut.

“Kalau ada masyarakat yang tidak puas dengan hasil ukur lahan dan tanam tumbuh, meraka boleh mengajukan sanggahan secara resmi melalui kepala desa di tujukan ke BPN (Badan Pertanahan Nasional),” ucapnya.

Disinggung masalah kelanjutan hasil musyawarah antara pemilik lahan tol dari Desa Karya Mulia dan Kelurahan Tanjung Rambang. Satria mengaku belum menerima informasi lanjutan. “Belum tau, tapi memang dua wilayah itu sudah musyawarah beberapa waktu lalu di gedung Caroline,” tukasnya.

Terpisah Kepala Desa Karangan Salyadi Susanto SPd membenarkan, hasil inventarisasi lahan tanam tumbuh tersebut sudah ditempel di kantor desa. “Baru sore tadi kita tempel, bagi warga yang lahannya masuk jalur tol silahkan dilihat,” pungkasnya mengatakan terdapat 42 warga yang lahannya terkena proyek tol. (wan)