Pendamping PKH Diduga Gelapkan Bantuan, KPM Diminta Mundur

Dua orang KPM mendatangi kantor PWI OKUT, Kamis (17/09/2020) sore. Foto: ardi/Palpos.ID

MARTAPURA, PALPOS.ID – Petugas pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten OKU Timur, diduga melakukan penyimpangan dana bantuan untuk warga miskin atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Ini terungkap saat salah satu KPM melakukan pengecekan langsung kepada pihak bank dan meminta print out buku tabungan atas seluruh transaksi sejak dibukanya buku tabungan dan nomor rekening.

Salah satu KPM warga Kelurahan Terukis Rahayu, Kecamatan Martapura inisial M mengatakan, sejak 07 Februari 2018 lalu hingga 12 November 2018, keluarganya mendapatkan bantuan dana PKH Rp500 ribu perbulan melalui buku rekening.

Namun bantuan tersebut hanya diterima M selama 8 bulan saja. Dimana bulan pertama dan ke enam sebesar Rp 500 ribu, ketujuh Rp266 ribu dan kedelapan Rp 250 ribu.

Setelah mendapatkan bantuan yang kedelapan kalinya kata dia, keluarganya diminta untuk mundur dari penerima bantuan oleh oknum pendamping PKH, dengan dalih bahwa keluarga tersebut telah dinyatakan mampu.

Meskipun dengan berat hati, keluarga tersebut tetap menerima keputusan untuk mundur dari penerima bantuan PKH. Namun karena keluarga ini juga termasuk penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), untuk itu keluarganya setiap bulan masih mendapat bantuan beras 10 kilo dan telur satu karpet.

“Awalnya kami penasaran dan bertanya-tanya kalau sudah dinyatakan mundur kok buku tabungannya tidak ditutup atau di ambil. Untuk itu kami memberanikan diri menanyakan kepada pihak bank. Setelah ditanya pihak bank mengatakan bantuan didapat masih berjalan seperti biasanya. Bahkan tercatat transaksi masih berlangsung hingga 06 September 2020,” jelasnya.

Dikatakannya, awal-awal dulu jika ingin pencairan dana PKH ini, penerima bersama pendamping langsung mencairkan dana itu di bank. Namun setelah dinyatakan mundur, pihaknya tidak lagi menerima uang tersebut.

Tetapi setiap bulannya, pendamping PKH meminjam kartu ATM penerima bantuan ini beserta nomor PIN nya, dengan alasan untuk mencairkan bantuan BPNT berupa beras dan telur.

“Karena kami tidak tahu, jadi setiap pendamping meminjam kartu ATM dan PIN nya langsung kami berikan, karena alasan mereka untuk mengambil bantuan BPNT. Setelah kami cek ternyata dana bantuan ini masih berjalan, tetapi tidak diberikan kepada kami uangnya,” ujarnya merincikan.

Dirinya berharap, jika memang bantuan ini masih menjadi hak keluarganya, pihaknya meminta agar uang bantuan ini dikembalikan. Sebab keluarganya masih sangat membutuhkan, terlebih untuk biaya anak sekolah yang saat ini masih duduk dibangku SMP dan SD.

“Kami minta kepada Pemkab OKU Timur dan instansi terkait agar keluhan kami ini bisa mendapatkan perhatian serius. Sebab, jika hal ini dibiarkan, maka tidak menutup mungkin akan lebih banyak lagi yang bernasib seperti kami ini,” harapnya.

Sementara, Kepala Dinas Sosial OKU Timur Juwariyah, SE MM saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya tidak mengetahui jika ada oknum pendamping PKH diduga nyolong dana terhadap hak KPM. Bahkan pihaknya akan segera memanggil pendamping PKH untuk memastikan kebenaran hal ini.

“Kita akan tindak lanjuti hal ini. Karena kita tidak tahu dan KPM tidak ada yang laporan. Yang jelas kita akan cek kebenaran hal ini,” jelasnya singkat. (ard)