Usai Tusuk Tetangga, Logik Langsung Menyerahkan Diri

Anto, korban penusukan yang dilakukan tetangganya sendiri saat menjalani perawatan di RSUD Prabumulih, Kamis (17/09/2020). Foto: prabu/Palpos.ID

PRABUMULIH, PALPOS.ID – Kesal sering ditantang duel lewat whatsapp, Logika alias Logik (24), nekat menusuk temannya Anto Wijaya Kesuma (21), warga Jalan Jambu Kelurahan Karang Raja Kecamatan Prabumulih Timur, dengan sebilah pisau. Akibatnya, Anto dilarikan ke RSUD Prabumulih lantaran mengalami luka tusuk di pinggangnya,

Peristiwa mengebohkan itu, terjadi di depan warung dikawasan Jalan Jambu Kelurahan Karang Raja Kecamatan Prabumulih Timur, Rabu (16/09/2020) sekitar pukul 19.00 WIB.

Setelah menusuk korban, Logik langsung kabur. Namun berkat pendekatan persuasive polisi, akhirnya Logik menyerahkan diri ke Polsek Prabumulih Timur, Kamis (17/09/2020), sekitar pukul 17.30 WIB.

Informasinya, penusukan bermula dari kekesalan Logik karena kerap ditantang duel dari Anto Wijaya. Akhirnya, Rabu (16/09/2020), logik menunggu Anto didepan sebuah warung yang letaknya tak jauh dari rumah tetangganya tersebut.

Belum lama Logik duduk di warung itu, ia melihat Anto keluar dari rumahnya. Tanpa banyak bicara, ia langsung berlari mengejar Anto sambil membawa pisau yang dipersiapkannya. Sempat terjadi perkelahian antara pelaku dan korban, hingga akhirnya korban mengalami luka tusuk di pinggang kirinya.

Melihat korban terkapar, Logik kabur ke rumah kerabatnya. Sementara korban dilarikan warga setempat ke RSUD Prabumulih. Menindaklanjuti laporan keluarga korban, polisi melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Unit Reskrim Polsek Prabumulih Timur, dipimpin Kanitreskrim, Ipda Fredi C Triwahyudi SH melakukan pendekatan dengan keluarga pelaku meminta pelaku menyerahkan diri. Akhirnya tersangka menyerahkan diri ke Mapolsek Prabumulih Timur.

Fredi membenarkan kejadian itu, dan tersangka sudah diamankan setelah menyerahkan diri didampingi keluarganya. Hasil pemeriksaan sementara, motif penusukan lantaran pelaku kesal sering ditantang berkelahi.

“Menurut pelaku, korban sering mengirim WA isinya menantang berkelahi,” ungkapnya. Lebih lanjut Fredy menuturkan, akibat perbuatannya pelaku dapat dijerat pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. (wan)