75 Orang Napi Bebas Asimilasi Terus Diawasi

Jalaludin SH, Kepala Lapas Klas III Pagaralam. Foto: efvhan/Palpos.ID

PAGARALAM, PALPOS.ID – Sejak adanya program Asimilasi dan Integrasi, tak sedikit Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bebas lebih cepat. Langkah ini dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19 di lingkungan lembaga pemasyarakatan.

“Sekitar 75 orang lebih WBP, khususnya di Lapas Klas III Pagaralam yang sudah mendapat program asimilasi dan integrasi mengacu Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI No.M.HH-19 PK.01.04.04 Tahun 2020 dan Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI No.10 Tahun 2020 tentang syarat pemberian asimilasi dan hak Integrasi bagi narapidana dan anak dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19 di lingkungan lembaga pemasyarakatan,” ujar Kepala Lapas Klas III Pagaralam, Jalaludin SH, melalui Kasubsi Pembinaan, Rinaldi SH, Rabu (23/09/2020).

Dia menyebutkan, sejak awal Mei lalu program asimilasi Covid 19 ini berjalan. “Diawal pelaksanaan sekitar 58 orang WBP mendapat asimilasi Covid-19, itu dilakukan secara bertahap. Kendati bebas lebih cepat, itupun selama menjalani asimilasi di luar tetap diawasi oleh Bapas Lahat. Mereka selama asimilasi melakukan aktifitasnya di rumah, dan diingatkan jangan  melakukan tindak pidana baru selama program asimilasi berjalan,” jelas Rinaldi.

Menyikapi sejumlah kasus kejadian kejahatan ada yang merupakan narapidana bebas asimilasi, pihak Lapas Klas III Pagaralam terus mengingatkan warga binaannya untuk tidak berulah. “Sejauh ini Napi yang dibebaskan melalui program asimilasi masih terus diawasi (oleh Bapas, red) dan kondisinya saat ini sebagian besar sudah habis masa menjalani asimilasinya,” katanya.

Yang jelas, mereka yang masih menjalani masa asimilasi tertangkap mengulangi lagi melakukan kejahatan tentunya dicabut hak asimilasinya. “Hak asimilasinya dicabut. Dan sudah dipastikan hukuman pidana barunya bakal lebih berat,” tandasnya. (faj)